Intelektual Organik dalam Perjuangan Sosial dan Politik di Indonesia

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional – Sepanjang sejarah Republik Indonesia, kaum intelektual telah memainkan peran sentral dalam perjuangan sosial dan politik bangsa. Mereka bahkan sering menjadi motor penggerak dalam mendorong perubahan kondisi sosial.

Pandangan ini sejalan dengan gagasan Antonio Gramsci, seorang filsuf dan teoritikus politik asal Italia, yang menyatakan bahwa intelektual organik adalah sosok intelektual yang secara aktif terlibat dalam perjuangan rakyat dan berpihak pada kepentingan masyarakat kelas bawah. Mereka berinteraksi langsung dengan realitas sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam melawan ketidakadilan.

Peristiwa Reformasi tahun 1998 menjadi bukti nyata peran penting intelektual, khususnya mahasiswa dan akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, yang bersatu dalam aksi demonstrasi besar-besaran hingga berhasil menggulingkan rezim Orde Baru dan menuntut perubahan menuju sistem pemerintahan yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bagian dari intelektual organik, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang lebih adil. Tugas tersebut menuntut kemampuan untuk memahami dan menganalisis kondisi sosial-politik, serta menciptakan solusi yang relevan dan aplikatif terhadap persoalan-persoalan penting yang dihadapi masyarakat. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus turut serta dalam dinamika sosial yang berlangsung.

Dengan tekad kuat untuk menegakkan keadilan sosial, para intelektual organik dapat terus menjadi sumber inspirasi dan penggerak masyarakat dalam meraih cita-cita bersama. Mereka memiliki visi yang tajam mengenai masyarakat yang lebih berkeadilan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di Indonesia, sosok seperti Tan Malaka, Soekarno, dan Hatta menjadi contoh nyata intelektual organik yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan serta dalam memperjuangkan keadilan sosial. Ketiganya dikenal mampu membaca situasi sosial-politik dengan tajam dan menawarkan solusi nyata bagi persoalan rakyat.

Oleh: Mohammad syafik
Ketua Badan Legislatif Fkmsb Pusat

Penulis : ***

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru