Monumen Helikopter S.A-330 PUMA Diresmikan Bupati Bogor dan Panglima TNI Wujud Penghormatan 45 Tahun Pengabdian Alutsista TNI AU

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIBINONG- Sebagai simbol penghormatan atas 45 tahun pengabdian dan ketangguhan helikopter Helikopter S.A-330 PUMA dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi meresmikan Monumen Helikopter S.A-330 PUMA di Simpang Sentul, Kabupaten Bogor bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, dan jajaran pejabat tinggi TNI AU, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, pada Jumat (25/7/25)

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas kehormatan yang diberikan kepada Pemkab Bogor. Karena monumen Helikopter PUMA S.A-330 adalah monumen helikopter puma pertama didunia belum ada diwilayah manapun monumen tersebut.

“Terimakasih hari ini kita diberikan penghormatan para pejuang para patriot yang telah gugur mendahului kita diberikan penghormatan oleh bangsa ini,” terang Bupati Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan, bahwa peresmian monumen helikopter Puma SA-330 di Kabupaten Bogor sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pengabdian alutsista TNI dalam menjalankan tugas-tugas operasi militer maupun non-militer. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Panglima TNI untuk merawat dan memperkenalkan nilai-nilai sejarah perjuangan TNI kepada masyarakat.

“Dalam beberapa waktu terakhir, kami terus memperbaiki dan merawat sejarah-sejarah panjang TNI dengan membangun monumen-monumen di berbagai wilayah yang memiliki catatan sejarah masing-masing. Hari ini, kita mulai dengan peresmian monumen heli Puma di Kabupaten Bogor, dan nantinya akan dilanjutkan di sejumlah wilayah lain,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa monumen ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi alutsista dalam mendukung tugas-tugas TNI yang mencakup Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Perlu diketahui, bahwa Helikopter S.A-330 PUMA merupakan angkut berat yang dioperasionalkan skardon udara 8 lanud atang sendjaja bogor. Tonggak sejarah helikopter tersebut menjadi kekuatan alusista TNI Anggaran Udara. sejak pemerintah RI melakukan pembelian perusahaan aerospatile, perancis pada 3 mei 1978 sebanyak 6 helikopter dengan nomor registrasi H-3301 Sampai H-3306 tahun 1980 didatangkan sebanyak 5 unit dengan nomor registrasi H-3307 sampai H-3311 kelima helikopter tersebut diterbangkan secara herry flight dari prancis dengan menempuh rute paris, abudabi, lombok, medan dan jakarta.

Selanjutnya pada tahun 1982 sebanyak 5 unit dengan nomor registrasi HT-3312 sampai HT-3316 dan pada 1985 sebanyak 2 unit dengan nomor registrasi HT-3317 dan H-3318 didatangkan dari industri pesawat terbang nurtania (IPTN), bandung.

Setelah melaksanakan berbagai misi dan penugasan operasi yang pernah dilakukan selama 45 tahun kepada Bangsa Indonesia. Sebagai wujud terimakasih atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa kepala staff angkatan udara KASAU memerintahkan agar helikopter ini dijadikan musemum pusat tni au dirgantara mandala muspurdila dilanud adi sucipto yogyakarta salah satu Helikopter S.A-330 PUMA bahkan kini menjadi monumen dijalan raya bogor jakarta sebagai simbol sejarah panjang pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Terimakasih setinggi-tingginya atas peran yang sangat besar Helikopter S.A-330 PUMA dalam menjaga wilayah kedaulatan dan segenap bangsa indonesia.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS
Dandim Sumenep Tancap Gas, Dua Jembatan Bakti TNI Nyaris Rampung hingga 95 Persen
Tak Lagi Andalkan Data Statis, Portal Perlinsos Didorong Perkuat Akurasi Penerima PKH-BPNT
Penggiat Antikorupsi Seruduk DPRD Kabupaten Bogor, Bawa Petisi Tolak KKN dan Desak Transparansi Anggaran

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Selasa, 29 September 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis

Selasa, 29 September 2026 - 11:57 WIB

SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Senin, 28 September 2026 - 21:45 WIB

Dandim Sumenep Tancap Gas, Dua Jembatan Bakti TNI Nyaris Rampung hingga 95 Persen

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Warga Kesulitan Air, Kodim 0809/Kediri Hadir Membawa Harapan

Selasa, 29 Sep 2026 - 13:53 WIB