Horor Sungai Sumberkolak Situbondo: Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang dalam Kondisi Membusuk

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO — Warga Dusun Dam Bantungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan mengambang di sungai pada Kamis (8/1/2026) petang. Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar shock dan memadati lokasi kejadian.

Mayat pertama kali ditemukan oleh dua orang pemancing, Dai Nardi (30) dan Nala (40), yang saat itu sedang memancing di sungai tersebut. Awalnya, keduanya mengira benda yang mengapung adalah bangkai hewan.

“Waktu kami mancing, terlihat ada sesuatu mengapung. Setelah didekati, ternyata mayat manusia. Kami langsung panik dan melapor ke warga,” ujar Dai Nardi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi penemuan tersebut segera diteruskan ke aparat desa dan BPBD Situbondo. Tak berselang lama, tim BPBD Situbondo bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), dibantu warga setempat, tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Kepala BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, melalui Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Instalasi Jenazah RSUD Abdoer Rahem Situbondo.

“Korban berjenis kelamin perempuan. Kondisinya sudah mengalami pembusukan cukup parah. Proses evakuasi berjalan lancar dan jenazah langsung kami serahkan ke pihak rumah sakit,” jelas Puriyono.

Berdasarkan identifikasi awal, kondisi mayat sangat memprihatinkan. Tulang lengan korban terlihat akibat pembusukan, dan saat ditemukan korban hanya mengenakan celana dalam. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui.

Aparat kepolisian telah turun tangan dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan agar segera melapor atau mendatangi ruang jenazah RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk membantu proses identifikasi.

Sementara itu, warga sekitar masih diliputi rasa penasaran dan kecemasan. Mereka berharap kasus ini segera terungkap dan jika terdapat pelaku, dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Selasa, 29 September 2026 - 13:05 WIB

Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan

Berita Terbaru