Nama
Ridwan Hakim
NIM 251572010026
Prodi : Sistem Informasi
Muhammad Zidan Ar Rizki
NIM 251572010025
Prodi : Sistem Informasi
Abstrak
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akselerasi teknologi informasi saat ini mengharuskan institusi pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan sistem e-learning berbasis web sebagai instrumen utama dalam aktivitas akademik.
Kendati demikian, performa dan mutu platform tersebut harus ditinjau secara rutin guna menjamin terpenuhinya ekspektasi seluruh civitas akademika, baik staf pengajar maupun mahasiswa. Studi ini difokuskan pada penilaian sistem e-learning melalui parameter kegunaan (usability), standar kualitas sistem, serta tingkat kepuasan partisipan. Menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan teknik survei, data dihimpun melalui kuesioner yang melibatkan pengguna aktif. Analisis statistik deskriptif diaplikasikan untuk memetakan persepsi pengguna. Temuan menunjukkan bahwa secara kolektif, sistem berada pada level yang memuaskan, terutama dalam hal aksesibilitas dan variasi fitur. Namun, aspek stabilitas operasional dan estetika antarmuka masih memerlukan penyempurnaan.
Penelitian ini menegaskan bahwa audit sistem secara berkala merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang tangguh dan berkelanjutan.
1. Pendahuluan
Transformasi digital dalam sektor pendidikan telah membawa perubahan signifikan, ditandai dengan adopsi luas platform pembelajaran daring di universitas. Kehadiran sistem ini memberikan keleluasaan bagi mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi tanpa terikat batasan geografis maupun jadwal yang kaku. Namun, keberhasilan implementasi e-learning sering kali terhambat oleh variabel teknis, tingkat literasi digital pengguna, serta ketersediaan infrastruktur yang mumpuni.
Penelitian ini mendesak untuk dilakukan guna memastikan bahwa investasi teknologi tersebut benar-benar memberikan nilai tambah bagi efektivitas pembelajaran. Sisi kebaruan dari studi ini terletak pada pendekatannya yang berpusat pada pengguna (user-centered) dengan mengombinasikan aspek fungsionalitas dan kepuasan emosional pengguna. Adapun tujuan utamanya adalah mengukur kualitas layanan sekaligus mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi perbaikan.
Secara teoretis, hasil kajian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai manajemen sistem informasi pendidikan, sementara secara praktis dapat menjadi panduan strategis bagi pengambil kebijakan di perguruan tinggi.
2. Metodologi Penelitian
Studi ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk memberikan gambaran objektif mengenai fenomena yang diteliti. Subjek penelitian terdiri dari populasi dosen dan mahasiswa yang menggunakan sistem secara rutin pada sebuah perguruan tinggi.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan instrumen kuesioner yang telah divalidasi berdasarkan indikator kualitas sistem dan kemudahan penggunaan. Peneliti kemudian melakukan pengolahan data menggunakan statistik deskriptif guna menghitung nilai rata-rata dan persentase dari setiap variabel. Perangkat keras dan lunak analisis data digunakan untuk menjamin akurasi hasil perhitungan selama proses evaluasi berlangsung.
3. Hasil Penelitian
Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas responden mengapresiasi kinerja sistem e-learning dan menempatkannya dalam kategori “Baik”. Indikator kemudahan navigasi atau akses masuk menjadi aspek yang paling diunggulkan, disusul oleh ketersediaan modul pembelajaran yang komprehensif serta fitur komunikasi interaktif.
Meskipun demikian, terdapat catatan penting terkait performa teknis. Penilaian terhadap kecepatan akses dan ketangguhan sistem saat menghadapi beban trafik tinggi menunjukkan angka yang kurang optimal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekitar seperlima dari total responden masih sering mengalami gangguan teknis yang menghambat aktivitas belajar mereka secara real-time.
4. Pembahasan
Secara fungsional, platform e-learning yang dievaluasi telah berhasil menjalankan peran pendukung dalam kegiatan akademik, selaras dengan teori yang menyatakan bahwa teknologi digital mampu memperluas jangkauan edukasi. Namun, adanya keluhan mengenai stabilitas sistem mengindikasikan bahwa kapasitas infrastruktur belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan pengguna yang besar.
Implikasi dari temuan ini adalah perlunya langkah konkret untuk melakukan optimalisasi pada backend sistem dan penyegaran pada desain antarmuka agar lebih intuitif.
Peneliti juga menyadari keterbatasan studi ini, yaitu fokus yang hanya terbatas pada satu institusi pendidikan dan ketergantungan pada data subjektif hasil persepsi responden, yang mungkin berbeda jika diukur dengan metode audit sistem secara langsung.
5. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa sistem e-learning berbasis web telah mampu menunjang kebutuhan akademik di perguruan tinggi dengan cukup baik, meskipun masih terdapat ruang untuk pengembangan. Evaluasi ini berhasil memetakan kekuatan dan kelemahan sistem dari sudut pandang pengguna akhir.
Sebagai rekomendasi, pengelola sistem informasi di perguruan tinggi perlu memprioritaskan peningkatan performa server dan pembaruan visual agar lebih ramah pengguna (user-friendly). Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan sampel ke berbagai institusi lain dan menggunakan metodologi campuran (mixed methods) untuk mendapatkan analisis yang lebih mendalam dan menyeluruh.
Daftar Pustaka
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Rosenberg, M. J. (2001). E-Learning: Strategies for Delivering Knowledge in the Digital Age. New York: McGraw-Hill.







