Putusan Inkracht Diabaikan, Ahli Waris Laporkan Dugaan Penguasaan Tanah Tanpa Hak ke Polda Jatim

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER – Sengketa tanah yang telah diputus hingga tingkat Mahkamah Agung dan berkekuatan hukum tetap (inkracht) kembali mencuat ke ruang publik. Ahli waris sah almarhum Abdul Wahab, Tutik Hidayati, warga Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, secara resmi melaporkan dugaan pengrusakan dan penguasaan tanah tanpa hak ke Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Laporan tersebut ditujukan kepada tiga orang terlapor berinisial Jupri Umar, Busro, dan Fauziatus Salisa. Aduan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/125/I/2026/SPKT/Polda Jawa Timur, tertanggal 26 Januari 2026 pukul 12.30 WIB, yang diterima melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

Kuasa hukum pelapor, Rafly Kurniawan, SH, SE, MM, didampingi Vitalis Jenarus, SH, menyampaikan bahwa laporan pidana tersebut diajukan dengan sangkaan Pasal 257 KUHP tentang perusakan hak atas tanah serta Pasal 521 KUHP terkait penguasaan lahan tanpa hak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tutik Hidayati mengungkapkan, meski perkara perdata atas objek tanah tersebut telah diputus hingga Mahkamah Agung dan dinyatakan inkracht, hingga kini lahan masih dikuasai oleh pihak terlapor.

“Putusan Mahkamah Agung sudah berkekuatan hukum tetap dan surat eksekusi juga telah terbit. Namun faktanya, tanah itu masih dikuasai dan bahkan telah didirikan bangunan baru,” ujar Tutik kepada wartawan, didampingi kakaknya, Miftahurrohman.

Selain dugaan penguasaan lahan tanpa hak, Tutik juga menuding adanya pengrusakan tanaman yang sebelumnya ditanam oleh orang tuanya di atas tanah tersebut. Dugaan pengrusakan itu disebut terjadi setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung yang memenangkan pihak ahli waris.

“Kami menempuh jalur hukum karena persoalan ini tidak lagi sekadar sengketa perdata, tetapi sudah masuk ke ranah pidana. Kami meminta perlindungan hukum atas hak kami sebagai ahli waris sah,” tegas Tutik.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor, Rafly Kurniawan, menegaskan bahwa langkah hukum pidana ini ditempuh demi menjaga kepastian dan keadilan hukum.

“Jika putusan pengadilan yang sudah inkracht diabaikan, maka wibawa hukum menjadi lemah. Kami berharap Polda Jawa Timur menangani laporan ini secara profesional, objektif, dan transparan,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, Tutik Hidayati mengaku mengalami kerugian materiil berupa tanah sawah dengan nilai taksiran mencapai Rp5 miliar, serta kehilangan hak penguasaan dan pemanfaatan atas tanah warisan keluarganya.

Saksi warga setempat, Abd. Fatah, membenarkan bahwa lahan tersebut merupakan milik almarhum Abdul Wahab dan tidak pernah diperjualbelikan.

“Setahu saya tidak pernah ada jual beli. Tanah itu hanya disewakan kepada salah satu pihak terlapor, tetapi kemudian kepemilikannya berubah nama tanpa prosedur yang jelas,” ungkapnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan pengabaian terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Perkara ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen aparat penegak hukum dalam menegakkan kepastian dan supremasi hukum, khususnya di bidang pertanahan.

Penulis : RH

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB