Ulama, Petani dan Rakyat Madura Satu Barisan, Kuatkan Dukungan untuk Haji HER Pamekasan

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Minggu, 12/4/2026 – Gelombang dukungan tak terbendung datang dari berbagai penjuru Madura. Petani, ulama, hingga masyarakat akar rumput kompak berdiri dalam satu barisan, menguatkan perjuangan H. Khoirul Umam atau Haji HER, sosok yang kini disebut sebagai “nafas Madura” dan harapan kebangkitan ekonomi rakyat.

Di tengah kerumitan perekonomian yang menjerat banyak keluarga, Haji HER hadir membawa gagasan sederhana namun berdampak besar: memastikan tidak ada anak putus sekolah, tidak ada rumah tak layak huni, dan ekonomi masyarakat terus bergerak.

“Tujuan saya adalah melihat Madura sejahtera. Anak-anak bisa sekolah, rumah warga layak huni, dan ekonomi masyarakat berjalan,” tegasnya di hadapan ulama, pengusaha, dan petani, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjuangan itu bermula pada 2022, saat ia mendapat panggilan moral dari kalangan pesantren. Para petani tembakau saat itu terjebak dalam siklus kerugian, setahun untung, tiga tahun merugi. Dampaknya merembet hingga pendidikan anak-anak mereka.

Menjawab kondisi tersebut, Haji HER bersama ulama dan pengusaha menyusun langkah strategis: membeli langsung tembakau dari petani untuk menstabilkan harga. Sebanyak 330 pondok pesantren terlibat, menggalang modal dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Hasilnya tak main-main. Dari pembelian awal 60 ton tembakau, kini perputaran dana mencapai Rp 4,133 miliar. Dana itu dikembalikan untuk pendidikan, pembangunan rumah layak, serta menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini bukan uang curian. Ini murni dari kiai, pesantren, dan pengusaha. Bahkan saya pernah meminjam bank demi membantu petani,” ungkapnya.

Dampaknya nyata. Dalam empat tahun terakhir, ribuan keluarga petani mampu menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, hingga menghidupkan kembali usaha kecil. Ekonomi rakyat bergerak, dari pedagang kaki lima hingga usaha rumahan.

Kini, dukungan itu menjelma menjadi kekuatan besar. Dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan, masyarakat bersatu menyatakan sikap. Bahkan ribuan petani dikabarkan siap menyambut kepulangan Haji HER dari Jakarta.

“Besok ribuan petani siap menyambut kedatangan Haji HER,” ujar salah satu koordinator pergerakan petani di Sumenep.

Dukungan ini semakin menguat pasca Haji HER dimintai klarifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan tidak mengenal pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut dan hadir secara terbuka memenuhi panggilan.

“Saya jawab apa adanya. Orang Madura itu tidak berbelit-belit,” katanya.

Ia juga membantah mangkir, menjelaskan keterlambatan hanya karena kendala teknis penerimaan surat. Bahkan ia datang dengan inisiatif sendiri untuk memastikan semuanya jelas.

Meski berada di tengah dinamika hukum, masyarakat Madura justru semakin solid. Mereka menilai, proses hukum harus dihormati, namun perjuangan nyata yang telah dirasakan rakyat tidak boleh diabaikan.

Bagi masyarakat, Haji HER bukan sekadar pengusaha. Ia adalah simbol perjuangan, yang menggabungkan kekuatan pesantren, ekonomi, dan solidaritas sosial dalam satu gerakan nyata.

Kini, satu hal tak terbantahkan: ketika petani, ulama, dan rakyat bersatu, lahirlah kekuatan besar. Dan di tengah gelombang itu, Haji HER berdiri sebagai “nafas Madura” yang terus menghidupkan harapan dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam
Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat
Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB