PSBA Arjasa Sumenep Akui Turnamen Askuri Hamsani Cup 2026 Tidak Sesuai Izin, PERRSU Desak Penghentian Permanen Usai Terungkap Pelanggaran Berulang

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Suasana klarifikasi resmi di ruang pertemuan GOR A. Yani Sumenep antara pihak Askab PSSI Sumenep, PSBA Arjasa, dan PERRSU Sumbernangka terkait polemik Turnamen Askuri Hamsani Cup 2026 yang diduga tidak sesuai izin.

Keterangan Foto: Suasana klarifikasi resmi di ruang pertemuan GOR A. Yani Sumenep antara pihak Askab PSSI Sumenep, PSBA Arjasa, dan PERRSU Sumbernangka terkait polemik Turnamen Askuri Hamsani Cup 2026 yang diduga tidak sesuai izin.

SUMENEP, Senin, 4/5/2026 – Tabir kontroversi yang selama ini menyelimuti Turnamen Askuri Hamsani Cup 2026 akhirnya tersibak terang. Setelah digempur gugatan keras dari Persatuan Sepak Bola Sumbernangka (PERRSU), pihak PSBA Arjasa tak lagi mampu mengelak. Dalam forum resmi, mereka akhirnya mengakui fakta mengejutkan: turnamen tersebut memang tidak sesuai dengan izin atau rekomendasi dari Askab PSSI Kabupaten Sumenep.

Pengakuan itu disampaikan dalam klarifikasi yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 14.00 WIB di ruang pertemuan GOR A. Yani Sumenep. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Askab PSSI Sumenep, termasuk Sekjen Mas Eko dan Ketua Exco H. Darma, serta perwakilan panitia dan PSBA Arjasa.

Dalam suasana yang penuh kemelut, pihak panitia pertandingan akhirnya membuka fakta yang selama ini tertutup rapat. Mereka mengakui bahwa penyelenggaraan turnamen dilakukan bukan berdasarkan regulasi resmi, melainkan atas dorongan dan permintaan dari pihak sponsor atau penyandang dana, yakni Askuri dan Hamsani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih mengejutkan lagi, praktik ini ternyata bukan hal baru. Turnamen serupa disebut telah berlangsung hingga lima kali sejak tahun 2021 hingga 2026 dengan pola yang sama, tanpa mengantongi izin atau rekomendasi resmi dari Askab PSSI Kabupaten Sumenep.

Pengakuan ini sontak memperkuat tudingan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar bermasalah secara administratif, tetapi juga telah melanggar prinsip dasar tata kelola sepak bola yang seharusnya menjunjung tinggi aturan dan integritas.

Tak berhenti di situ, berbagai pelanggaran lain turut terkuak dalam forum tersebut. Mulai dari perubahan jadwal pertandingan secara sepihak yang tidak berdasar pada regulasi, hingga tidak adanya pengawas pertandingan yang semestinya menjadi elemen wajib dalam kompetisi resmi.

Ketika didesak memberikan penjelasan, pihak PSBA Arjasa tidak mampu menyampaikan alasan yang sesuai dengan aturan sepak bola terkait perubahan jadwal tersebut. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa turnamen berjalan tanpa kendali regulasi yang jelas.

Meski pihak PSBA berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk meredam polemik yang telah terlanjur gaduh dan membesar.

Manager PERRSU Sumbernangka, Mohammad Syafei Sambo, menegaskan bahwa pengakuan ini justru menjadi bukti kuat bahwa pelanggaran memang terjadi. Ia mendesak agar Askab PSSI Sumenep tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk penghentian permanen turnamen tersebut.

“Ini sudah jelas. Mereka sendiri mengakui tidak sesuai izin. Jadi tidak ada alasan untuk melanjutkan. Harus dihentikan permanen demi menjaga marwah sepak bola,” tegas Sambo.

Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran semacam ini hanya akan membuka ruang bagi praktik-praktik serupa di masa mendatang.

Sebelumnya, PERRSU memang menjadi pihak yang pertama kali menggugat penyelenggaraan turnamen ini. Gugatan tersebut didasari oleh berbagai kejanggalan yang terjadi di lapangan, mulai dari administrasi yang dinilai amburadul, penggunaan perangkat pertandingan yang tidak direkomendasikan, hingga perubahan jadwal yang merugikan tim peserta.

Persatuan Sepak Bola Sumbernangka (PERRSU) tak lagi menahan diri. Dengan langkah tegas dan langsung menghantam, mereka menggugat penyelenggaraan Turnamen Askuri Hamsani Cup 2026 yang digelar PSBA Arjasa di Kangean. Dampaknya pun tak main-main. Turnamen tersebut resmi dihentikan sementara oleh Askab PSSI Kabupaten Sumenep.

Gugatan ini bukan tanpa dasar. Rentetan dugaan pelanggaran yang mencuat dinilai sudah melewati batas toleransi. Administrasi yang amburadul, perubahan jadwal sepihak oleh panitia, hingga penggunaan wasit dan hakim garis yang tidak direkomendasikan menjadi indikasi kuat bahwa turnamen berjalan di luar jalur aturan resmi.

Mohammad Syafei Sambo tampil di garis depan sebagai motor perlawanan. Baginya, ini bukan sekadar soal menang atau kalah di lapangan, melainkan soal menjaga integritas sepak bola daerah yang mulai tergerus oleh praktik-praktik di luar aturan.

Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB menjadi titik balik. Dalam rapat darurat jajaran petinggi Askab PSSI Sumenep, Ketua Exco H. Darma mengambil langkah tegas: menghentikan sementara seluruh pertandingan. Keputusan ini menjadi sinyal keras bahwa persoalan yang terjadi tidak bisa lagi dianggap sepele.

Kasus Askuri Hamsani Cup 2026 kini sudah terang benderang setelah adanya pengakuan dari pihak penyelenggara. Situasi ini menempatkan Askab PSSI Sumenep pada ujian serius dalam menegakkan aturan.

Jika tidak ada tindakan tegas, maka pelanggaran berulang berpotensi dianggap hal yang wajar dalam kompetisi. Namun jika dihentikan secara permanen, ini akan menjadi penegasan bahwa aturan tetap menjadi dasar utama dalam sepak bola.

 

Berita Terkait

JJS Gratis di Arek Lancor Pamekasan, Central 88 Gold & Jewellery Siapkan Puluhan Perhiasan Emas dan 1 Paket Umrah
Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep Resmi Ditutup, Lahirkan Jawara Baru Siap Tempur di Kejurwil Jawa Timur
Ratusan Pelari Padati Unitomo Friendship Run 2026 di Surabaya, Dies Natalis ke-45 Berlangsung Penuh Energi
Wali Kota Kediri Berangkatkan KNPI Run 2026, Ajak Pemuda Hidup Sehat dan Berprestasi
Mbak Wali Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat Kediri, Perkuat Kebersamaan
Sabuk Wali Kota Kediri Jadi Panggung Sportivitas, 118 Atlet Bertarung di “Tarung Juara Sejati”
Final Piala Dunia 2026 Satukan Sumenep, Kapolresta Ariek Nobar Bersama Warga, Spanyol Juara Lewat Gol Dramatis Ferran Torres
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Pesantren Kediri Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:30 WIB

JJS Gratis di Arek Lancor Pamekasan, Central 88 Gold & Jewellery Siapkan Puluhan Perhiasan Emas dan 1 Paket Umrah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep Resmi Ditutup, Lahirkan Jawara Baru Siap Tempur di Kejurwil Jawa Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:13 WIB

Ratusan Pelari Padati Unitomo Friendship Run 2026 di Surabaya, Dies Natalis ke-45 Berlangsung Penuh Energi

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:10 WIB

Wali Kota Kediri Berangkatkan KNPI Run 2026, Ajak Pemuda Hidup Sehat dan Berprestasi

Senin, 20 Juli 2026 - 13:23 WIB

Mbak Wali Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat Kediri, Perkuat Kebersamaan

Berita Terbaru