KEK Madura Harga Diri Pulau Garam

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madura sedang berdiri di sebuah persimpangan sejarah. Di satu sisi, pulau ini memiliki kekayaan besar: tembakau berkualitas, sumber daya Maritim, budaya kerja keras, dan posisi yang sangat strategis. Namun di sisi lain, kemiskinan, minimnya investasi, dan terbatasnya lapangan pekerjaan masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian masyarakatnya.

Karena itu, ketika empat bupati di Madura menyatakan dukungan terhadap pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura, kita melihatnya bukan sekadar agenda pembangunan biasa. Ini adalah titik besar kebangkitan Madura.

KEK Madura kita yakini mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi rakyat. Kawasan ini berpotensi menghadirkan industri, perdagangan, logistik, hingga pengolahan hasil lokal yang selama ini belum berkembang maksimal. Tembakau Madura yang selama puluhan tahun menjadi denyut ekonomi masyarakat pun berpeluang naik kelas melalui industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani dan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, terlalu banyak potensi Madura yang keluar tanpa sempat memberi manfaat maksimal kepada daerahnya sendiri. Anak-anak muda Madura merantau karena sulitnya pekerjaan. Petani bekerja keras tanpa kepastian harga. Sementara investasi besar lebih banyak tumbuh di luar Madura.

KEK hadir membawa harapan baru agar keadaan itu perlahan berubah.

Namun perjuangan membangun KEK Madura tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Dukungan besar dari seluruh elemen masyarakat menjadi penentu utama keberhasilannya. Madura membutuhkan gerakan kolektif. Gerakan yang lahir dari kesadaran bahwa masa depan pulau ini harus diperjuangkan bersama.

Di titik inilah peran pemuda menjadi sangat penting.

Pemuda Madura di legislatif harus ikut mengawal kebijakan. Mereka yang berada di dunia akademik harus menyumbangkan gagasan dan kajian ilmiah. Para jurnalis dan aktivis perlu terus menyuarakan kepentingan Madura secara objektif dan membangun optimisme publik. Tokoh masyarakat dan kepala desa harus menjadi penggerak di tingkat akar rumput. Bahkan generasi muda di berbagai bidang harus hadir membawa energi perubahan.

Sudah saatnya seluruh kekuatan Madura berjalan dalam satu irama dan satu tujuan: membangun Madura yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Karena KEK Madura bukan hanya tentang kawasan industri. Ini tentang harga diri masyarakat Madura. Tentang bagaimana anak-anak muda tidak lagi harus pergi jauh demi mencari masa depan. Tentang bagaimana petani tembakau bisa menikmati hasil yang layak dari tanahnya sendiri. Dan tentang bagaimana Madura berhenti dikenal sebagai daerah tertinggal, lalu bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia.

Madura membutuhkan persatuan gagasan, keberanian, dan komitmen bersama. Jika seluruh elemen mampu berdiri dalam satu barisan, maka KEK Madura bukan lagi sekadar wacana, melainkan pintu menuju kebangkitan besar Pulau Garam.

Tulisan ini saya persembahkan kepada kakakku Fauzi AS di hari ulangnya, 12 Mei 2026, sebagai salah satu penggagas KEK Madura. Sebuah bentuk penghormatan, dukungan, dan harapan agar beliau terus istiqamah berbuat untuk Madura, menghadirkan gagasan, serta menyalakan optimisme bagi masa depan masyarakat Madura yang lebih baik.

 

Penulis : Moh Andriansyah 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru