Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri- Gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 pada Minggu (26/7) malam tidak hanya menyedot perhatian ribuan warga Kota Kediri, tetapi juga menyisakan cerita menarik dari panggung utama. Busana yang dikenakan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati sukses tampil memukau hingga menuai apresiasi langsung dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Hadir menyaksikan kemeriahan agenda tahunan tersebut, Zita Anjani tak ragu melayangkan pujian atas keindahan busana bernuansa wastra lokal yang dibawakan oleh sang Wali Kota di panggung karnaval.

“Dhoho Night Carnival tahun ini sangat luar biasa. Tampilan Mbak Wali dengan busana khas Tenun Ikat Bandar Kediri sungguh memukau dan anggun. Ini adalah contoh konkret bagaimana tradisi, estetika, dan ekonomi kreatif lokal bisa dikemas begitu megah hingga layak menjadi daya tarik pariwisata berkelas nasional,” puji Zita Anjani saat menghadiri acara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik pendar lampu parade dan pujian dari tingkat nasional tersebut, tersimpan proses kreatif mendalam dari perancang busana lokal ternama asal Kediri, Zeti dan Ali Mustafa dari Zalma Boutique.

Zeti, yang bertindak sebagai konsultan desain sekaligus produsen busana resmi untuk acara ini, mengungkapkan bahwa karya yang dikenakan Mbak Wali diangkat dari nilai-nilai histori lokal yang kuat.

“Proses kreatifnya terinspirasi langsung dari kejayaan sejarah Kerajaan Kediri. Kami ingin memadukan unsur keagungan sejarah tersebut dengan material khas kebanggaan daerah, yaitu Tenun Ikat Bandar Kediri,” ujar Zeti saat diwawancarai.

Langkah ini sengaja diambil sebagai upaya nyata untuk mempromosikan wastra khas Kediri ke panggung yang lebih luas. Namun, mewujudkan busana bernuansa kerajaan untuk agenda karnaval malam hari diakui Zeti bukanlah perkara mudah. Pihaknya menghadapi tantangan teknis yang cukup dinamis, terutama dalam menyelaraskan antara visual panggung dan fungsi kepraktisan.

“Tantangan teknis utamanya adalah menyelaraskan estetika yang glamor untuk panggung malam hari dengan kenyamanan praktis bagi pemakainya. Busana ini harus tetap terlihat megah di bawah pendar lampu parade, tetapi di sisi lain juga harus fleksibel, nyaman, serta mudah dipakai dan dilepas agar Mbak Wali tetap leluasa berinteraksi menyapa warga sepanjang rute parade,” jelasnya.

Menariknya lagi, pengerjaan busana berkelas nasional ini diselesaikan secara intensif dalam durasi yang sangat singkat. Tim Zalma Boutique melakoni proses produksi maraton hanya dalam kurun waktu empat hari.

Meski dengan tenggat waktu yang terbilang singkat dan tantangan desain yang kompleks, hasil akhir yang dipresentasikan terbukti mampu menyihir para penonton hingga pejabat negara yang hadir. Zeti pun tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan kepuasannya atas apresiasi luas yang diterima karya tersebut.

“Tentu ada rasa puas dan bangga yang luar biasa saat melihat hasil akhir busana ini dipresentasikan dengan sangat anggun oleh Mbak Wali di panggung DNC. Ini bukti bahwa karya lokal Kediri mampu tampil memikat,” pungkas Zeti.

Melalui perpaduan antara kepemimpinan muda, keindahan Tenun Bandar, dan tangan dingin desainer lokal, busana Mbak Wali di Dhoho Night Carnival 2026 sukses membuktikan bahwa warisan budaya Kota Kediri memiliki daya saing tinggi yang patut diperhitungkan di kancah nasional.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru