SUMENEP, detikzone.id – Tidak banyak yang mampu menjaga komitmen berbagi setiap hari. Di tengah keterbatasan, tantangan ekonomi, hingga padatnya aktivitas, semangat kemanusiaan sering kali memudar di tengah jalan. Namun tidak demikian dengan Detikzone.id.
Memasuki hari ke-62, Program Berbagi Setiap Hari kembali membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terus dijaga tanpa pernah terputus sejak pertama kali diluncurkan.
Pada Minggu (2/8/2026), tim Detikzone.id kembali turun langsung menemui masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, santunan disalurkan kepada seorang janda tua di Kabupaten Sumenep yang menjalani kehidupan seorang diri dalam keterbatasan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di usia yang semakin senja, perempuan tersebut harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan kemampuan yang semakin terbatas. Tidak ada kemewahan yang menyertai hari-harinya. Yang ada hanyalah kesabaran menjalani hidup dan harapan agar masih ada kepedulian dari sesama.
Melalui Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id berupaya menghadirkan secercah harapan. Bantuan yang diberikan memang tidak besar, namun diharapkan mampu meringankan beban sekaligus menjadi penguat bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap kehidupan masyarakat kecil.
Program Berbagi Setiap Hari lahir dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, sebuah konsep yang meyakini bahwa media tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga wajib menghadirkan manfaat nyata melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
Selama 62 hari berturut-turut, program ini telah menjangkau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak yatim, kaum dhuafa, lansia sebatang kara, janda tua, buruh harian, nelayan, tukang becak, pemulung, pedagang kecil, penyandang disabilitas, hingga keluarga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Yang membedakan program ini bukan sekadar jumlah bantuan yang diberikan, tetapi konsistensinya. Setiap hari tanpa jeda, tanpa menunggu momen tertentu, tanpa menanti datangnya bulan Ramadan atau hari besar keagamaan, Detikzone.id terus berbagi sebagai bagian dari komitmen moral kepada masyarakat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa gerakan ini akan terus dijalankan selama masih ada kesempatan dan selama masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Kami percaya, rezeki tidak akan berkurang karena berbagi. Justru keberkahan akan hadir ketika di dalam rezeki kita terdapat hak saudara-saudara yang membutuhkan. Program ini bukan tentang besar kecilnya bantuan, tetapi tentang menjaga kepedulian agar tidak pernah padam. Selama masih ada dukungan keluarga dan orang-orang baik yang mensupport, kami akan terus istiqamah menjalankannya,” ujarnya.
Menurutnya, Detikzone.id ingin menghadirkan wajah media yang berbeda. Tidak hanya hadir mengabarkan berbagai peristiwa, mengkritisi kebijakan, atau mengungkap fakta, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Berita memiliki masa tayang. Hari ini dibaca, besok berganti dengan berita baru. Namun kebaikan tidak pernah memiliki batas waktu. Ia akan terus hidup dalam doa anak yatim, para lansia, janda-janda tua, dan masyarakat kecil yang pernah merasakan manfaatnya. Itulah nilai yang kami pegang dalam Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim,” tambahnya.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga secara konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, bantuan biaya pengobatan, khitan gratis, layanan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako, hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Seluruh program tersebut dapat terus berjalan berkat dukungan keluarga besar Detikzone.id, para donatur, relawan, serta orang-orang baik yang selama ini memilih menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan tersebut.
Memasuki hari ke-62, Detikzone.id kembali menegaskan bahwa keberhasilan sebuah media bukan hanya diukur dari banyaknya pembaca atau tingginya jumlah tayangan berita. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kehadirannya mampu menghadirkan harapan, meringankan beban masyarakat kecil, dan memastikan bahwa mereka yang hidup dalam keterbatasan tidak pernah merasa berjalan sendirian.
Penulis : Red







