Deklarasi Yakuza Maneges Ngawi, Bupati Pesan Jaga Integritas: Nek Galak Aja Clutak

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI — Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges Wilayah Ngawi resmi mendeklarasikan keberadaannya dalam momentum yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta pimpinan lintas organisasi masyarakat dan lembaga swadaya di Kabupaten Ngawi.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Ketua Yakuza Maneges Wilayah Ngawi disampaikan oleh Tim Lawyer Yakuza Maneges Ngawi, Imam Sampurno, sekaligus mewakili Inisiator, Pendiri, sekaligus Pimpinan Pusat Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.

Mengawali pembacaan naskah deklarasi, Imam Sampurno menegaskan bahwa kehadiran Yakuza Maneges di Kabupaten Ngawi bukan sekadar wadah berkumpul atau ajang tampil di publik, melainkan sebuah sarana perubahan, pembinaan moral, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tegaskan bahwa Organisasi Yakuza Maneges lahir bukan sekadar tempat berkumpul dan bergaya, tetapi sebagai ruang perubahan, pembinaan, dan pengabdian. Akronim Yakuza memiliki filosofi mendalam, yakni ‘Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi’. Sementara ‘Maneges’ bermakna memusatkan seluruh jiwa dan raga hanya kepada Sang Pencipta,” ujar Imam saat membacakan naskah deklarasi.

Ia menjelaskan, organisasi yang berdiri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek ini berkomitmen merangkul kelompok masyarakat marjinal atau yang kerap dijuluki “santri jalur kiri”. Yakuza Maneges hadir untuk memberikan kesempatan kedua bagi siapapun yang ingin berbenah dan kembali ke jalan yang benar.

Dalam konteks penegakan keadilan dan ketertiban, Imam menekankan bahwa Yakuza Maneges bergerak dengan motto: Ksatria, Militan, Profesional, Intelektual, Diam, Senyap, Eksekusi, dan Tanggung Jawab. Dalam penyelesaian potensi konflik di tengah masyarakat, pihaknya mengedepankan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

“Kami bergerak dengan mengedepankan restorative justice on the track. Kami tidak langsung menempuh jalur pidana yang kaku, tetapi memastikan adanya pertanggungjawaban langsung dari pelaku kepada korban demi tercapainya keadilan substantif,” jelasnya.

Sesuai dengan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar serta nilai Humanity and Social Justice, visi utama Yakuza Maneges Ngawi bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu menjadi penjaga bagi kelompok lemah, pembela bagi yang benar, serta pembenah bagi yang salah.

Sebagai organisasi non-partisan, Yakuza Maneges Ngawi menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, TNI, Polri, lembaga hukum, media massa, serta berbagai Ormas dan Perguruan Silat guna menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban wilayah.

Guna menjaga integritas kelembagaan, Imam menegaskan kewajiban seluruh anggota di Wilayah Ngawi untuk mematuhi kode etik organisasi secara ketat. Anggota diwajibkan menjaga nama baik organisasi di manapun berada serta menjunjung tinggi nilai loyalitas dan solidaritas antaranggota.

Selain itu, organisasi melarang keras penggunaan nama maupun atribut Yakuza Maneges untuk kepentingan pribadi, tindak kriminal, politik praktis, maupun keterlibatan dalam aksi demonstrasi dan kampanye politik. Seluruh anggotanya juga diinstruksikan untuk menghindari segala tindakan yang melanggar hukum dan asusila, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), serta mendedikasikan diri secara total untuk membantu masyarakat yang lemah dan terzalimi dengan ancaman sanksi tegas bagi yang melanggar.

Sementara itu, Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek, menegaskan bahwa deklarasi di Kabupaten Ngawi merupakan pelaksanaan yang keempat dari rangkaian target konsolidasi nasional. Dikatakannya, sesuai instruksi pimpinan pusat dan inisiator organisasi, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, seluruh kepengurusan wilayah ditargetkan telah menyelesaikan deklarasi sebelum Januari 2027.

“Deklarasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membangun gerakan sosial-spiritual yang matang, terarah, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat tanpa ada unsur politik apa pun,” tegas Hari Simplek di hadapan jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat Ngawi.

Hari juga menginstruksikan seluruh jajaran anggota Yakuza Maneges untuk senantiasa hadir mendampingi masyarakat lemah serta berani membela kebenaran secara bermartabat dan taat hukum. Ia mengingatkan agar wadah organisasi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi.

“Yakuza Maneges dibangun atas dasar pengabdian. Jika tidak siap berbuat baik dan hanya mencari keuntungan pribadi, silakan keluar dari organisasi. Tidak ada yang boleh merasa paling benar atau paling hebat; justru ilmu dan keberadaan kita harus membawa maslahat,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, bertepatan dengan suasana Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari turut mengajak seluruh anggota meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. Menurutnya, bentuk perjuangan di masa kini diwujudkan melalui amar ma’ruf nahi munkar, memberantas ketidakadilan, serta menjaga persaudaraan antar-elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., memberikan arahan serta penekanan mengenai pentingnya sinergi dan pergerakan terorganisir dalam memperjuangkan kebaikan di tengah masyarakat.

Ony Anwar menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi serta merapatkan barisan antar-elemen masyarakat. Menurutnya, perjuangan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan tidak dapat berjalan secara parsial.

“Silaturahmi ini terus kita jaga, karena kita meyakini bahwa sesuatu yang baik, yang benar, itu perlu diperjuangkan. Dan tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri, butuh suatu organisasi, butuh suatu kekuatan, sinergi, kolaborasi,” ujar Bupati Ngawi.

Ia juga menyambut baik hadirnya berbagai pihak yang dilibatkan dalam agenda deklarasi tersebut, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, ormas, perguruan pencak silat, LSM, hingga insan pers. Kehadiran seluruh elemen tersebut diharapkan dapat menciptakan landasan kolaborasi yang solid demi kemajuan daerah.

Bupati menekankan bahwa keberadaan pergerakan atau organisasi harus berorientasi pada keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan koridor hukum yang berlaku.

Selain itu, Ony Anwar menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, di mana niat baik harus ditata secara rapi agar mampu memberikan dampak nyata.

“Di era yang sekarang ini sungguh berat rasanya kalau kita kemudian tidak membangun sinergi kolaborasi. Niatan yang baik kalau tidak terorganisir dengan baik, itu akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir. Maka dari itu, kita harus terus mengevaluasi, memonitoring, introspeksi terus, melihat ke dalam internal kita,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program positif yang diusung oleh Yakuza Maneges. Di akhir penyampaiannya, Bupati memberikan pesan moral melalui falsafah Jawa terkait integritas dan komitmen organisasi.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi juga akan mensupport apa yang menjadi harapan dan cita-cita dari Yakuza Maneges ini. Kata orang Jawa itu: ‘Nek clutak aja galak, nek galak aja clutak’. Karena kita sudah berani galak (dengan slogan Gas Tanpa Ampun), maka aja clutak. Harus kita pastikan semua, aja clutak. Ketika clutak, ya selesai kita,” pungkas Bupati.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan Pataka Organisasi Yakuza Maneges. Bendera kebesaran lembaga tersebut diserahkan secara langsung oleh Pendiri dan Pimpinan Utama, Den Gus Thuba (DGT), kepada Riyantono Gempol, Ketua Yakuza Maneges Ngawi.

​Penyerahan pataka ini menjadi simbolisasi penyerahan amanah kepemimpinan, komitmen pengabdian, serta kesiapan Yakuza Maneges Ngawi untuk mengepakkan sayap gerakan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.

​Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergi dan kebersamaan antara pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba, jajaran pemerintah daerah (Bupati & Ketua DPRD Ngawi), serta unsur Forkopimda Kabupaten Ngawi.

Dengan terlaksananya deklarasi ini, Yakuza Maneges Ngawi menyatakan siap berdiri tegak mengabdi untuk kemaslahatan keluarga dan masyarakat.(BG17/RYMred)

 

(Redaksi Yakuza Maneges Pusat)

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Konser Kemerdekaan Kota Pudak Gresik Berlangsung Meriah, Devanzа Music Bikin Penonton Bergoyang
Dari Rakyat untuk Indonesia, Rizal Bawazier Kobarkan Semangat Juang 45 di Panggung Estafet Obor Comal 2026
Vibrasi Voice Inside Bars, Unjuk Musik dan Kreativitas Warga Binaan UPT Kanwil Ditjenpas DK Jakarta di Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Warisan Administrasi KPU dan Batas Tanggung Jawab Etik dalam Polemik Dokumen Pencalonan
Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan
Unitomo Dorong Ekonomi Pesisir Kedungpandan lewat Teknologi Hasil Laut
Darurat Sampah di Pulau Mandangin, Pesisir Sampang Perlahan Berubah Jadi Lautan Plastik
Resmikan Jembatan Karang di Rubaru, Dandim Sumenep Bicara Amanah dan Amal Jariah

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Konser Kemerdekaan Kota Pudak Gresik Berlangsung Meriah, Devanzа Music Bikin Penonton Bergoyang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Deklarasi Yakuza Maneges Ngawi, Bupati Pesan Jaga Integritas: Nek Galak Aja Clutak

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Dari Rakyat untuk Indonesia, Rizal Bawazier Kobarkan Semangat Juang 45 di Panggung Estafet Obor Comal 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Warisan Administrasi KPU dan Batas Tanggung Jawab Etik dalam Polemik Dokumen Pencalonan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Panen Perdana Berhasil, BUM Desa Natakoli dan Kelompok Tani Komitmen Jaga Siklus Keuangan & Ketahanan Pangan

Berita Terbaru