Lautan Oranye Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ribuan massa petani tebu dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Sesuai dengan rencana yang telah disuarakan sebelumnya, aksi unjuk rasa besar-besaran ini digelar sebagai puncak perjuangan petani atas ketidakpastian kebijakan pemerintah terkait industri gula nasional.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Istana dipenuhi gelombang massa yang kompak mengenakan atribut kebanggaan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), yakni kaus berwarna oranye dan topi putih. Mereka datang memaparkan spanduk serta banner berisi kecaman dan tuntutan keras, di antaranya bertuliskan “COPOT MENKO BIDANG PANGAN” dan “PUPUK MAHAL-HPP RENDAH”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini dipimpin oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTRI untuk menegaskan kembali tiga tuntutan utama yang belum terpenuhi:

Penyesuaian HPP Gula: Mengesahkan Kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula petani menjadi Rp16.875 per kilogram guna menutupi pembengkakan Biaya Pokok Produksi (BPP).

Penghapusan HET: Menghapus ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula yang dinilai merugikan posisi tawar harga di tingkat petani.

Transparansi & Penetapan Rendemen:

Menuntut transparansi penghitungan rendemen oleh Pabrik Gula (PG) serta jaminan batas minimum rendemen sebesar 8 persen di musim giling.

Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen, menegaskan bahwa perwakilan petani tidak akan surut langkah sampai pemerintah mengeluarkan keputusan tertulis yang konkret. Langkah turun ke jalan ini terpaksa diambil setelah upaya audiensi—termasuk pertemuan H-1 bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman—belum menghasilkan kejelasan regulasi.

Massa aksi menyatakan siap bertahan di kawasan Istana Merdeka hingga jajaran kementerian terkait dan Presiden menemui perwakilan petani serta memberikan kepastian atas tuntutan yang dibawa.

Hingga berita ini ditulis, aksi penyampaian pendapat di muka umum masih berlangsung tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi
Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif
BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis: Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakpus untuk Pemasyarakatan Sehat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:16 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB