SUMENEP, Detikzone.id –Pembangunan dua jembatan melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026 di Kabupaten Sumenep terus dikebut. Salah satu jembatan bahkan kini telah memasuki tahap akhir dengan capaian progres mencapai 95 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada turun langsung mengecek perkembangan pembangunan dua jembatan tersebut, Senin (28/9/2026).
Dua lokasi yang ditinjau yakni Jembatan Jutengan Laok di Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, dengan progres sekitar 80 persen, serta Jembatan Geluguran di Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, yang telah mencapai 95 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Jembatan Jutengan Laok, proses pembangunan memasuki tahap pemasangan wiremesh dan bondek untuk lantai jembatan. Sementara di Jembatan Geluguran, pekerjaan telah berfokus pada tahap finishing, seperti pengecatan tiang sandaran dan penyelesaian trotoar.
Citra Persada menegaskan, percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan ketelitian dan kualitas pekerjaan. Sebab, jembatan tersebut nantinya akan menjadi fasilitas penting yang digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Target penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan benar. Jangan sampai mengejar cepat, tetapi mengabaikan kualitas. Jembatan ini harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi warga yang menggunakannya,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga menjadi kekuatan tersendiri. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat dalam proses pembangunan fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
“Ketika masyarakat ikut bekerja dan berdiskusi langsung di lokasi, mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat. Mereka ikut memiliki proses pembangunannya. Semangat gotong royong seperti ini yang harus dipertahankan,” tegasnya.
Antusiasme warga juga terlihat dalam pembangunan Jembatan Geluguran. Kepala Dusun Geluguran, Ahmad Yasir, mengatakan masyarakat mendukung dan ikut membantu proses pembangunan karena keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Warga sangat mendukung. Kami ikut membantu karena jembatan ini memang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Yasir.
Dandim dalam peninjauan tersebut didampingi Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cpl Suwandi, Pasiter Kodim 0827/Sumenep Kapten Inf Agung Muhaimin, serta Koordinator Pembangunan Jembatan Letda Czi Junaefi.
Pembangunan dua jembatan tersebut merupakan bagian dari program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026 yang diarahkan untuk memperkuat akses dan mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Sumenep.
Dengan progres yang telah mencapai 95 persen di Jembatan Geluguran, pembangunan kini memasuki fase akhir sebelum fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara penuh.







