Disnaker Kabupaten Blitar Latih 25 Peserta Bikin Roti, Dorong Peluang Kerja dan Usaha Baru

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran pejabat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar berfoto bersama dengan 25 peserta pelatihan pembuatan roti (bakery) dalam pembukaan program peningkatan kompetensi dan wirausaha baru.

Jajaran pejabat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar berfoto bersama dengan 25 peserta pelatihan pembuatan roti (bakery) dalam pembukaan program peningkatan kompetensi dan wirausaha baru.

Blitar, Detikzone.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar menggelar pelatihan tata boga dengan fokus pada kompetensi pembuatan roti atau bakery. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja serta usaha mandiri di sektor pangan.

Pelatihan Unit Kompetensi Skema Pembuatan Roti Tahun 2026 tersebut berlangsung di Gedung PT Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, mulai Senin (28/9/2026) hingga 9 Oktober 2026.

Sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti pelatihan setelah melalui proses seleksi dari sekitar 100 pendaftar. Peserta diprioritaskan berasal dari keluarga petani atau buruh tani tembakau, petani atau buruh tani cengkeh, serta keluarga buruh pabrik rokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membuat roti, tetapi juga mendorong mereka memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

Menurut Ivong, perkembangan usaha bakery membuka peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik sebagai tenaga kerja di perusahaan maupun sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Peserta harus memiliki semangat untuk memulai usaha, mampu membaca peluang yang ada, dan mempunyai kegigihan dalam menjalankan usaha. Jangan sampai pelatihan ini hanya berhenti pada kegiatan belajar membuat produk, tetapi setelah selesai peserta mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka peluang kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Ivong saat membuka pelatihan, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan produk roti berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu peluang yang dapat dijajaki adalah menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berpotensi melibatkan UMKM dalam penyediaan produk makanan, termasuk roti dan bakery.

Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik pembuatan roti, tetapi juga memahami standar kualitas produk, proses produksi, serta kebutuhan pasar. Kemampuan tersebut dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri.

“Kompetensi membuat roti ini kita harapkan benar-benar menjadi bekal bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja maupun berwirausaha. Dunia usaha terus berkembang, sehingga tenaga kerja juga harus mampu mengikuti kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, memahami proses produksi, dan yang tidak kalah penting mempunyai keberanian untuk memulai usaha,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Disnaker Kabupaten Blitar menggandeng LPK Karunia sebagai instruktur pelatihan. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan pembekalan selama satu hari, pendidikan dan pelatihan selama 10 hari, uji kompetensi selama satu hari, serta magang selama lima hari. Seluruh kegiatan dipusatkan di Gedung PT Kampung Coklat.

Untuk memastikan kemampuan peserta, uji kompetensi dilakukan oleh asesor dari LSP Pertanian Nasional. Sertifikasi kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta saat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang bakery.

Disnaker Kabupaten Blitar juga berharap sertifikat kompetensi yang diperoleh dapat memperkuat daya saing peserta. Sertifikasi yang mengacu pada standar kompetensi nasional diharapkan menjadi bukti kemampuan yang dapat mendukung kesiapan mereka menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ivong menegaskan, program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar.

“Tujuan akhirnya adalah ikut mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Blitar. Melalui pelatihan ini kami berharap produktivitas dan daya saing tenaga kerja meningkat, kemudian muncul peluang kerja dan peluang usaha baru. Peserta juga mempunyai bekal kompetensi yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun ketika memilih menjadi wirausahawan,” katanya.

Melalui kombinasi pelatihan teknis, uji kompetensi, dan magang, Disnaker Kabupaten Blitar berharap 25 peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi modal produktif setelah program berakhir.

Ivong berharap ke depan, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas peluang pasar bagi produk roti lokal.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Blitar.” Tegas Ivong.(Adv/Kmf)

 

Penulis Bas

Penulis : Bas

Berita Terkait

Perkuat Spiritual Birokrasi, Bupati Sumenep Gaungkan Pembacaan 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah
Pemkot Kediri Buka Suara Soal Polemik “Soto Mantenan vs Pukis Mantenan”, Siapkan Bantuan Hukum Gratis
Diskominfo Kota Kediri dan SMKN 2 Ajak Remaja Cerdas & Bijak Bermedia Sosial
Pemkab Blitar Alokasikan Rp487,25 Juta untuk Perangi Rokok Ilegal, Satpol PP Perkuat Operasi dan Edukasi
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah
Surabaya Bersiap Jadi Pusat Persaingan Olahraga Jatim 2027, 68 Cabor Masuk Pemetaan
Langkah Probolinggo Menuju Pusat Rujukan Tapal Kuda, RSUD Ar Rozy Dilirik Investor Arab Saudi Rp1,7 Triliun
Pacu Pelayanan Digital Hingga Kelurahan, Pemkot Probolinggo Gembleng Puluhan Operator di Utama Raya

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Disnaker Kabupaten Blitar Latih 25 Peserta Bikin Roti, Dorong Peluang Kerja dan Usaha Baru

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Perkuat Spiritual Birokrasi, Bupati Sumenep Gaungkan Pembacaan 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Pemkot Kediri Buka Suara Soal Polemik “Soto Mantenan vs Pukis Mantenan”, Siapkan Bantuan Hukum Gratis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Diskominfo Kota Kediri dan SMKN 2 Ajak Remaja Cerdas & Bijak Bermedia Sosial

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pemkab Blitar Alokasikan Rp487,25 Juta untuk Perangi Rokok Ilegal, Satpol PP Perkuat Operasi dan Edukasi

Berita Terbaru