Sumenep – Aktivis Lidik hukum dan HAM yang juga warga desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan kritik tajam kepada pihak PLN yang belakangan ini melakukan pemadaman listrik tak beraturan bahkan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, Jum’at, 21/03/25. Malam.
Ahmad Amin Rifa’i, S.Sos, Pemuda Desa Lapa Laok mengatakan, adanya pemadaman listrik tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya sangat merugikan masyarakat banyak, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Dungkek.
“Adanya pemadaman tak beraturan dan tanpa pemberitahuan ini sangat merugikan kepada kami khususnya warga di kecamatan Dungkek, terlebih bagi para pelaku UMKM, tambak udang, dan masyarakat yang memiliki home industri,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mestinya, lanjut Amin, PLN harus menghargai masyarakat. Jangan kemudian memberikan pelayanan seenak hati.
“Kalau tidak dihargai oleh PLN, masyarakat bisa marah karena bukan saja rugi dalam listrik tapi kan mereka punya kesulitan yang tidak dijamin oleh PLN. Apalagi soal bisnis tambak udangnya bisa rugi ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Pemuda Desa yang selalu pro aktif akan kepentingan rakyat kecil ini meminta agar direksi PLN wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, segera diganti guna kepentingan masyarakat banyak dan perubahan yang lebih baik lagi kedepannya.
“Kami meminta agar ini menjadi persoalan serius bagi pemerintah, khususnya Pimpinan Perusahaan Listrik Negara untuk segera mengganti direksi yang berada di wilayah Dungkek,” sambungnya.
Ia pun akan mengancam akan mengerahkan ratusan masyarakat untuk menggelar aksi demontrasi apabila tidak ada perubahan dalam 2x 24 Jam.
“Saya berharap PLN Kecamatan Dungkek tidak main main dengan persoalan ini, jika masih tetap pemadaman tak beraturan dan tanpa adanya informasi sebelumnya ini terus terjadi, dalam hitungan hari kami akan bergerak cepat untuk menggelar aksi demonstrasi,” pungkasnya.
Penulis : ***







