Sumenep, 16 April 2025 – Dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan, Keamanan Rakyat (KAMRA) 1999 Kabupaten Sumenep menggelar acara reuni akbar sekaligus santunan anak yatim piatu.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan wisata Pantai Slopeng, Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Acara yang berlangsung meriah dan penuh berkah ini turut dihadiri oleh jajaran Forpimka Kecamatan Dasuk, Kepala Desa Semaan, serta anak-anak yatim piatu penerima santunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh hiburan musik elektone dari Yudewi Event Organizer di bawah pimpinan Moh. Hayat, S.AP.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan acara oleh Ketua Pelaksana, Hariyadi, SE., MM yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pelaksana, Asnawi, S.A.N., MM.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KAMRA 1999 Kabupaten Sumenep, Moh. Bahar, SE., MM yang sekaligus membuka secara resmi acara reuni akbar dan kegiatan santunan.
Dalam sambutannya, Moh. Bahar mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, donatur, dan anggota KAMRA 1999 yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Ini wujud nyata dari pengabdian anggota KAMRA terhadap masyarakat. Kami berharap santunan ini dapat memotivasi anak-anak untuk terus bersemangat mengejar cita-cita,” ujarnya.
“Kami ingin kegiatan santunan ini tidak hanya bersifat insidentil, tetapi menjadi bagian dari ekosistem sosial yang berkelanjutan.” tambahnya.
Santunan diberikan kepada 20 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan moral agar mereka tetap semangat menatap masa depan.
Sejarah Singkat KAMRA 1999
KAMRA 1999 merupakan satuan masyarakat sipil semi-militer yang dibentuk oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, pada masa transisi politik pasca reformasi. Dibentuk pada tahun 1999, KAMRA bertujuan untuk membantu menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah ketidakstabilan sosial, politik, dan ekonomi yang melanda Indonesia setelah jatuhnya Pemerintahan Orde Baru.
Melalui kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat sipil, KAMRA 1999 memainkan peran penting dalam meredam gejolak konflik di berbagai daerah, termasuk Timor Timur dan Aceh. Di tingkat lokal seperti Sumenep, keberadaan KAMRA menjadi simbol pengabdian dan solidaritas terhadap masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan hiburan musik yang berlangsung hangat. Selama kegiatan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan kondusif.
Penulis : David








