Pendidikan Kesetaraan Paket C: Lapas IIA Parepare Gelar Ujian Akhir Tahun Ajaran 2024/2025

Selasa, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parepare, 21 April 2025 – Bertempat di ruang pendidikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, telah dimulai pelaksanaan Ujian Penilaian Akhir Tahun Ajaran 2024/2025 untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C (setara SLTA) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang peserta dan akan berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 21 hingga 27 April 2025. Ujian ini terselenggara berkat kerja sama antara Lapas IIA Parepare dan UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare.

Ujian dilaksanakan setiap hari dengan mata pelajaran yang berbeda-beda, mencakup berbagai bidang mulai dari Pendidikan Agama, Bahasa, Matematika, hingga Pendidikan Jasmani. Proses pengawasan ujian dilakukan oleh tim dari Dinas Pendidikan Kota Parepare yang terdiri dari pengawas, pamong belajar, serta staf pelaksana.

Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., menyampaikan rasa syukur dan haru atas terlaksananya ujian ini. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat 25 WBP yang sedang menempuh pendidikan kesetaraan, masing-masing terdiri dari 9 peserta Paket C, 6 peserta Paket B, dan 10 peserta Paket A. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ujian untuk Paket A dan B dijadwalkan akan berlangsung pada 19 hingga 23 Mei 2025 mendatang. Totok juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Lapas serta tenaga pendidik dari UPTD SPNF SKB yang telah berdedikasi memberikan pembinaan dan pelayanan terbaik.

Keenam guru yang terlibat memberikan materi sesuai keahliannya masing-masing, mulai dari PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, hingga Pendidikan Jasmani.

Ia berharap dengan pendidikan ini, warga binaan dapat memperoleh ijazah yang menjadi bekal penting untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja setelah bebas nanti.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimnadik Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos., M.M menekankan pentingnya semangat “Mari Semangat Untuk Bangkit” sebagai motivasi bagi para warga binaan. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 dan Pasal 12 UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Kasubsi Bimkemaswat, Nur Alim Syah, S.H., menambahkan bahwa program ini adalah solusi nyata bagi WBP yang sempat terputus pendidikan. Pendidikan Kesetaraan di Lapas tidak hanya gratis, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan setara bagi para WBP.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, H. M. Makmur Husein, yang menyebut program ini sebagai langkah strategis dan cerdas dalam peningkatan kualitas pembinaan di lapas.

Beliau berharap sinergitas ini terus berlanjut untuk keberlanjutan program pendidikan bagi WBP.

Terakhir, Kasi Kesetaraan UPTD SPNF SKB Kota Parepare, Nurcaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa negara hadir untuk seluruh warga negaranya, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.

“Melalui program ini, WBP mendapatkan hak yang sama untuk meraih pendidikan dan memperbaiki masa depan mereka,” jelasnya.

Dengan harapan tinggi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, kegiatan ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C di Lapas IIA Parepare diharapkan berjalan lancar, tertib, dan aman hingga selesai.

Penulis : Enno

Berita Terkait

Bos CV Ayunda Pamekasan Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS
Dandim Sumenep Tancap Gas, Dua Jembatan Bakti TNI Nyaris Rampung hingga 95 Persen
Tak Lagi Andalkan Data Statis, Portal Perlinsos Didorong Perkuat Akurasi Penerima PKH-BPNT
Penggiat Antikorupsi Seruduk DPRD Kabupaten Bogor, Bawa Petisi Tolak KKN dan Desak Transparansi Anggaran
KEPUASAN 79,3 PERSEN: FAKTOR PENYOKONG, BEBAN YANG DIHADAPI, DAN LANGKAH KE DEPAN
NU, GUS DUR, DAN BROMOCORAH POLITIK

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:05 WIB

Bos CV Ayunda Pamekasan Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan

Selasa, 29 September 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis

Selasa, 29 September 2026 - 11:57 WIB

SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Senin, 28 September 2026 - 19:27 WIB

Tak Lagi Andalkan Data Statis, Portal Perlinsos Didorong Perkuat Akurasi Penerima PKH-BPNT

Senin, 28 September 2026 - 19:22 WIB

Penggiat Antikorupsi Seruduk DPRD Kabupaten Bogor, Bawa Petisi Tolak KKN dan Desak Transparansi Anggaran

Berita Terbaru

NASIONAL

SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:57 WIB