ISNU Jatim Dorong Penguatan Industri Halal, Ini Pesan Penting dari Babe Haikal dan Para Tokoh

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Detikzone.id — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengapresiasi peran aktif Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendukung kebijakan nasional industri halal serta mendorong penguatan strategi pembangunan industri halal di daerah, khususnya di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPJPH Haikal Hassan dalam acara Pengajian Strategis dan Halal Bihalal Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, yang digelar pada Minggu, 27 April 2025, di Gedung Utama PWNU Jatim, Surabaya.

“NU sangat berperan aktif dalam mendukung industri halal di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih kepada ISNU Jatim yang tetap hadir secara daring, meski saya saat ini sedang di Bali bersama Muslimat NU dan Fatayat NU,” ujar Haikal Hassan dalam sambutannya secara daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Industri Halal Nasional dan Regional” ini dihadiri sekitar 250 aktivis ISNU se-Jawa Timur secara hibrid. Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Prof. M. Mas’ud Said (PP ISNU), Prof. KH M. Afif Hasbullah (Plt Ketua ISNU Jatim), Prof. Zumrotul Mukaffa (UINSA), Prof. Umi Sumbulah (UIN Maliki), serta jajaran PWNU Jatim.

Dalam paparannya, Haikal Hassan menekankan pentingnya standar global produk halal, mengingat kebutuhan produk halal kini telah menjadi isu dunia, bukan hanya di negara berpenduduk mayoritas Muslim.

“Negara-negara seperti Amerika Serikat pun kini membutuhkan produk halal. Standarisasi global untuk produk halal sudah diterapkan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan data populasi Muslim terbesar dunia, di antaranya Indonesia (229 juta), Pakistan (200 juta), India (195 juta), Bangladesh (153 juta), dan Nigeria (99 juta), yang menjadi potensi besar pasar industri halal.

Sertifikasi Halal untuk Daya Saing Global

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan pentingnya sertifikasi halal bagi produk-produk Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

“Jika produk kita sudah tersertifikasi halal, maka akan lebih mudah menembus pasar internasional,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk menjaga silaturahmi dan mempererat persaudaraan guna memperkuat posisi umat dalam skala nasional dan global.

Penguatan Silaturahmi dan Kaderisasi Sarjana

Dalam kesempatan yang sama, Prof. M. Mas’ud Said menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ISNU bertujuan mempererat ukhuwah serta memulai lembaran baru pasca-Idulfitri.

“Ini adalah momen untuk mempererat ikatan antar-sarjana lintas daerah dan disiplin ilmu, sekaligus memperkuat peran ISNU dalam perjuangan kemaslahatan umat,” kata Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) itu.

Ia juga menekankan pentingnya pengkaderan sarjana ISNU secara berkelanjutan.

Jatim Menuju Gerbang Nusantara Baru

Plt Ketua ISNU Jatim, Prof. Dr. KH Afif Hasbullah, menggarisbawahi pentingnya pembangunan industri halal berbasis daerah.

“Kami mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan pelaku industri untuk mempercepat pertumbuhan industri halal,” tegasnya.

Menurut Prof. Afif, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam produksi bahan baku halal, seperti sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Ia juga menekankan bahwa visi Jawa Timur sebagai “Gerbang Nusantara Baru” harus diwujudkan melalui penguatan industri halal yang berorientasi ekspor, mengingat posisi strategis provinsi ini sebagai pusat perdagangan Indonesia bagian timur.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal
Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan
DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan
Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri
Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya
Soft Opening, HM Cafe & Billiard Sumenep Diharapkan Jadi Khazanah Lahirnya Atlet Biliar dan Penggerak Ekonomi Daerah
Melalui Pendataan Berkala dan Akurat, Pemdes Tobai Tengah Sampang Hadirkan Bantuan yang Lebih Merata

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:49 WIB

Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:01 WIB

Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:41 WIB

Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri

Berita Terbaru