Mengajak Anak-anak Bermain Ke Sawah Meningkatkan Pengetahuanya

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, Detikzone.id- Bagi yang tinggal di perkotaan mungkin bermain di persawahan sudah jarang menemuinya. Makanya kebanyakan anak-anak kota akan senang, jika diajak main ke sawah, Kerinduan akan nuansa alam banyak terbukti pada berbagai postingan di media sosial, Pemandangan anak-anak yang sedang outing class sertai berlarian di Pematang sawah, membuat betah untuk dilihat, walaupun hanya sebuah postingan di platform Android.

Lain halnya bagi Arum Diyah ( 30 ) yang tinggal di pelosok sebuah pedesaan yang ada di Kecamatan Ulujami, aktivitas ke sawah itu sudah jadi menu keseharian buat Anak -anaknya,Mereka sudah biasa melihat para petani membawa cangkul dan sabit menuju sawah, ataupun perkebunan Bahkan, anak-anaknya pun terbiasa main di sawah.

” Mengajak anak ke sawah, merupakan salah satu cara untuk mengajarkan mereka agar mencintai alam. Di sawah, mereka tak hanya bermain, namun juga belajar,” Tutur Diyah, ketika ditemui pada Kamis sore ( 1/5 ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut ibu Muda dengan 2 anak tersebut, Beberapa aktivitas menarik yang dilakukan anak-anak di sawah itu berbagai macam variasinya, Seperti belajar Keseimbangan
Pembatas atau pematang di sawah, biasanya sempit hanya cukup untuk berjalan satu orang. Jika musim hujan, pematang ini menjadi becek dan tentu saja licin.

” Anak -anak diajarkan keseimbangan badan yang bagus saat meniti jalan di pematang sawah, agak tak jatuh terpeleset. Jatuh ke kiri ke areal sawah, bisa merusak tanaman yang masih kecil dan butuh perawatan. Jatuh ke kanan, bisa terperosok ke saluran air. Baju jadi kotor dan basah tentunya,” lanjut Diyah.

Jika musim hujan, pematangnya jadi licin
Dirinya mengajarkan anak-anaknya, jangan berjalan di jalan setapak yang tanah, tapi berpijak pada rumput yang ada di kanan kiri jalan tanah.

Diyah yang hanya bisa bertemu dengan suaminya yang notabenenya adalah Ayah dari kedua Anaknya beberapa hari sekali karena pekerjaan Suaminya di luar kota ini menambahkan, Mengenalkan aneka tanaman dan hewan di sawah banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh kedua buah hatinya.

Banyak tanaman liar yang tumbuh, ada aneka rumput, gulma dan juga bunga liar. Banyak pula terdapat serangga, mulai dari belalang, kupu-kupu, capung dan masih banyak lagi.

” Anak-anak bisa belajar secara langsung mengamati setiap aneka jenis tumbuhan dan aneka binatang tersebut, bahkan rasa penasaran mereka sangat tinggi, otomatis mereka sering menanyakan seperti,ini bunga apa, Mah ? itu Hewan apa Mah,” tutupnya.

Dirinya juga menambahkan, Pada
saat musim panen, anak-anaknya seneng banget kalau diajak ke sawah, mereka kegirangan kalau lihat mesin pemangkas padi yang sekarang, Combed namanya kalau orang di desanya menyebut.

Tentu saja mereka belum bisa dilibatkan hanya melihat dari kejauhan atau dekat jika dirasa aman, sambil sesekali bercanda. Tapi kami tetap berupaya menerangkan mereka, karena ini adalah proses pembelajaran yang bagus buat mereka

Menikmati santap makanan usai bermain sambil menikmati pemandangan persawahan paling nikmat bagi Anak-anak menyantap nasi di sawah. Duduk di gubuk, berteman angin sepoi-sepoi, walau lauknya sederhana, makannya jadi nikmat banget. Usai makan kita keliling kampung, agar mereka puas dan capai jadi bisa menikmati tidur siang’ mereka dengan pulas.

Mengajak anak ke sawah, membuat anak-anak makin mencintai alam sekitarnya. Saat melihat burung dalam sangkar di rumah tetangga, anak-anak akan mempertanyakan pada dirinya , Kenapa burung itu tak dilepaskan saja, biar dia bebas mencari makan. Kayak di sawah itu lho, banyak burung terbang mencari makan.

Mengajak ke sawah, sambil bermain, sambil diberikan pelajaran. Bahwa kita hidup di bumi ini tak sendirian. Ada tumbuhan dan hewan yang saling tergantung satu sama lain. Tak boleh ada yang punah, karena kalau ada yang punah, maka keseimbangan alam akan terganggu. Mengajarkan tentang ekosistem dan rantai makanan, lebih mudah saat anak-anak sudah melihat aneka tanaman dan juga hewan di sawah bermain dan sekaligus belajar di alam terbuka itu memang menyenangkan.( Ragil).

Berita Terkait

Fiqih Muamalah di Era Digital: Membangun Sistem Ekonomi Islam yang Adil, Modern, dan Berkelanjutan
Menavigasi Ekosistem Bisnis: Menjaga Keseimbangan Pasar di Tengah Gejolak Global
Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat
Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa
Sinergi dengan Bareskrim, Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Vape Etomidate
Libur Panjang, Satpolairud Situbondo Siaga Penuh Amankan Wisata Pantai Pasir Putih
Aksi Tebar 75 Ribu Bibit Bandeng Kalapa Kendal Bersama Warga Binaan 
Banjir Rob di Pantura Pemalang Jadi Kolam Renang Dadakan Bagi Anak -anak 

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:33 WIB

Fiqih Muamalah di Era Digital: Membangun Sistem Ekonomi Islam yang Adil, Modern, dan Berkelanjutan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:12 WIB

Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:24 WIB

Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:49 WIB

Sinergi dengan Bareskrim, Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Vape Etomidate

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:31 WIB

Libur Panjang, Satpolairud Situbondo Siaga Penuh Amankan Wisata Pantai Pasir Putih

Berita Terbaru