Bimo Gunawan Wartawan Detikzone : Tak Ada Perintah Jurnalis Harus Netral, Yang Ada Harus Independen

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id — Pandangan bahwa jurnalis harus bersikap netral kerap digaungkan di ruang publik. Namun bagi Bimo Gunawan, wartawan Detikzone, anggapan itu keliru dan menyesatkan. Menurutnya, tidak ada satu pun pedoman jurnalisme yang mewajibkan netralitas. Yang ada dan mutlak adalah: independensi.

“Tidak ada perintah jurnalis harus netral. Yang ada adalah perintah agar jurnalis independen,” tegas Bimo dalam sebuah diskusi WhatsApp Grup Redaksi Detikzone yang digelar secara daring, Sabtu (17/5/2025) malam.

Bimo menjelaskan, banyak orang salah kaprah memahami netralitas. Dalam konteks jurnalisme, netral bukan berarti diam atau berada di tengah tanpa sikap. Jurnalis, kata dia, justru dituntut untuk berpihak—namun berpihak pada fakta, keadilan, dan kepentingan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada kejahatan, kita tidak boleh netral antara pelaku dan korban. Kalau ada pungli, kita tidak netral antara yang melakukan pungli dan yang dirugikan. Justru kita harus tegas menunjukkan siapa yang melakukan pelanggaran berdasarkan data dan verifikasi,” ujarnya.

Independensi yang dimaksud Bimo bukan berarti jurnalis bebas semaunya, melainkan bebas dari intervensi politik, ekonomi, maupun tekanan ideologis. Kebebasan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran yang faktual, tidak berpihak pada kekuasaan, dan tidak tunduk pada pemilik modal.

“Netralitas sering jadi tameng untuk menghindari keberanian bersikap. Tapi jurnalisme bukan soal takut disalahkan. Ini soal keberpihakan pada yang benar,” tambahnya.

Dalam praktiknya, Bimo menilai terlalu banyak media justru terjebak dalam ilusi “berimbang” yang menyamakan kebenaran dengan kebohongan. Ketika seorang pejabat menyebar disinformasi, media hanya mencatat tanpa mengklarifikasi, demi terlihat netral.

“Begitu banyak berita sekarang hanya jadi corong, bukan kontrol. Seolah tugas jurnalis cuma menyampaikan apa yang dikatakan A, lalu dibantah B. Padahal tugas utama kita adalah memverifikasi, menyaring, dan menyampaikan mana yang benar,” kata Bimo.

Ia menegaskan, tugas jurnalis bukan menjadi penengah, tetapi menjadi pelapor kebenaran. Dalam situasi krisis, konflik agraria, pelanggaran HAM, atau ketimpangan ekonomi, netralitas justru bisa menjadi bentuk pembiaran. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berpihak kepada mereka yang tertindas, pada suara yang dibungkam, dan pada kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Jurnalis adalah alat publik untuk melihat terang. Kalau kita netral saat ada ketidakadilan, kita ikut memadamkan cahaya,” tutup Bimo.

Pernyataan Bimo Gunawan ini menggemakan satu pesan penting: bahwa jurnalisme bukan tentang berdiri di tengah, tapi berdiri tegak—di sisi kebenaran.

Penulis : **

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Gus Qowim Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Kediri, Doakan Mabrur

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:38 WIB