DPD LDII Kota Kediri Bekali Santri Keterampilan Penyelamat Nyawa Melalui Seminar “Basic Life Support”

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri– Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musda) VII yang akan digelar esok hari, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri mengambil langkah progresif dengan membekali ratusan generasi mudanya melalui keterampilan medis darurat.

Bertempat di Gedung Pondok Pesantren Wali Barokah, Selasa (17/12), DPD LDII Kota Kediri menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “Basic Life Support” (Pertolongan Hidup Dasar). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya.

Seminar ini diikuti oleh sedikitnya 500 santri yang berasal dari Ponpes Wali Barokah serta perwakilan santri dari wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Priyanto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Road to Musda VII.

“Hari ini kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri menyelenggarakan seminar Basic Life Support-Pertolongan Hidup Dasar (PHD). Tujuannya adalah membekali para santri bagaimana menangani keadaan darurat agar mereka bisa meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Agung usai acara.

Menurutnya, pemahaman mengenai Golden Period (masa kritis beberapa menit setelah kejadian darurat) sangatlah menentukan.

“Penanganan yang lambat bisa berakibat fatal. Meskipun semua adalah takdir dan kehendak Allah, namun upaya manusiawi untuk tindakan menyelamatkan harus dilakukan. Mereka harus paham tindakan pertama saat menemui orang tersedak, serangan jantung, hingga stroke,” imbuhnya.

Urgensi materi ini semakin dipertegas oleh narasumber ahli, dr. H. Heri Setiawan Kusumaningrat dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya. Dalam keterangan persnya, ia menyebutkan bahwa materi Basic Life Support-Pertolongan Hidup Dasar bukan lagi sekedar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Materi ini sudah sangat urgent. Sebetulnya ini untuk seluruh masyarakat karena angka kematian akibat serangan jantung cukup tinggi, bahkan bisa dibilang nomor satu di dunia. Sebagai masyarakat Indonesia, apalagi para santri yang notabene adalah calon pendakwah, mereka perlu dibekali dasar ilmu ini,” terang dr. Heri.

Ia menambahkan bahwa selain pengetahuan teknis, tujuan utama pelatihan ini adalah membangun kepercayaan diri.

“Kita bekali agar mereka punya pengetahuan dan rasa percaya diri karena sudah dilatih. Minimal mereka tahu cara memberikan bantuan yang memadai, seperti cara cek respon, panggil bantuan, hingga sistem rujukan. Hal ini secara otomatis akan mengaktifkan sistem layanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren,” jelasnya.

Pihak LDII berharap, setelah mendapatkan materi dari Seksi Promosi Kesehatan dan Seksi Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Kediri, para santri mampu menjadi pionir keselamatan di masyarakat.

“Target kami, santri ini paham dan nantinya menjadi agen perubahan. Di samping bermanfaat untuk diri pribadi, mereka diharapkan bisa mengedukasi teman-teman yang lain. Jadi, ketika mereka terjun di masyarakat sebagai pendakwah, mereka juga memiliki keahlian untuk menolong sesama dalam keadaan darurat medis,” tutup Agung Priyanto.

Seminar ini diakhiri dengan sesi simulasi praktik pijat jantung dan penanganan sumbatan jalan napas yang dipandu langsung oleh tim medis.

Dengan suksesnya agenda ini, DPD LDII Kota Kediri kini bersiap menyambut puncak Musyawarah Daerah (Musda) VII yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/12) esok.

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB