Refleksi Akhir Tahun 2025: Pembangunan Bogor Melesat, Tapi Luka Mekanisme dan Moral ASN Terbelalak

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor – Akhir tahun 2025 menjadi cermin keras bagi wajah pemerintahan Kabupaten Bogor. Di satu sisi, pembangunan fisik tampak masif dan merata di berbagai penjuru daerah.

Jalan, gedung, dan proyek infrastruktur berdiri seolah menjadi etalase keberhasilan kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto.

Namun di balik beton dan aspal yang dipamerkan, Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menilai ada persoalan serius yang sengaja diredam. Menurutnya, sebelum proyek-proyek tersebut berjalan, terdapat mekanisme yang penuh tarik-menarik kepentingan dan sempat menjadi sorotan aktivis beberapa bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara fisik memang terlihat pembangunan di mana-mana. Tapi publik jangan dibuat lupa. Sebelum semua itu berjalan, mekanismenya sempat kacau dan jadi persoalan besar. Ini bukan asumsi, ini fakta yang ramai diberitakan,” tegas Rizwan.

Ia menilai, euforia pembangunan kerap dijadikan tameng untuk menutupi problem tata kelola. Padahal, mekanisme yang bermasalah berpotensi melahirkan praktik tidak sehat yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

“Kalau mekanisme sejak awal sudah bermasalah, pembangunan sehebat apa pun hanya menjadi kosmetik kekuasaan,” katanya.

Tak hanya soal pembangunan, Rizwan juga mengkritik keras sikap pemerintah dalam menegakkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

Viral-nya pemecatan ASN karena dugaan perselingkuhan dinilai membuka tabir ketimpangan penegakan sanksi di tubuh birokrasi

“Jangan hanya ASN yang jauh dari lingkar kekuasaan yang dikorbankan. Kalau ada ASN yang diduga melakukan pelanggaran serupa dan posisinya dekat dengan pusat kekuasaan/petinggi birokrasi kenapa seolah kebal sanksi?” yang sudah rahasia umum bahkan pergunjingan dimasyarakat atau ini sebuah pesan dari sekretaris daerah kab Bogor kepada Aparatur Sipil Negara di kab Bogor,” ujar Rizwan dengan nada keras.

Ia menegaskan, penegakan disiplin yang tebang pilih justru memperkuat stigma bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Kalau sanksi hanya berlaku untuk yang lemah, maka itu bukan penegakan disiplin, itu sandiwara moral,” sindirnya.

Menurut Rizwan, refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum bersih-bersih, bukan sekadar panggung pencitraan.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor berani membuka kembali persoalan mekanisme pembangunan dan menegakkan aturan secara adil di internal
birokrasi.

“Pembangunan fisik tidak akan berarti apa-apa kalau integritas runtuh. Kekuasaan harus berhenti melindungi pelanggaran. Siapa pun pelakunya, dekat atau jauh dari kekuasaan, harus disanksi setegas-tegasnya,” pungkasnya.

Ia menutup dengan peringatan, jika ketidakadilan dan persoalan mekanisme terus dibiarkan, maka pembangunan yang hari ini dipuji bisa berubah menjadi bom waktu bagi kepercayaan publik.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB