5 Kwintal Sebulan dari Laut Lobuk Sumenep

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Di balik denyut ekonomi pesisir Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, sebuah ikhtiar serius tengah dijalankan untuk mengangkat nilai produk perikanan lokal agar lebih tertata, aman, dan berdaya saing. Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep turun langsung memberikan pelatihan intensif kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Khumaini, yang kini mampu memproduksi hingga 5 kwintal olahan perikanan setiap bulan.

Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Heru Faizal. Ia menegaskan bahwa penguatan manajemen kelompok menjadi fondasi utama agar aktivitas produksi dan pemasaran tidak berjalan sporadis, melainkan tercatat, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami ingin kelompok ini semakin rapi dan profesional. Administrasi harus tertata dengan baik agar seluruh proses produksi dan pemasaran dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan,” ujar Heru Faizal, Selasa (03/03/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya berhenti pada tata kelola administrasi, Dinas Perikanan juga menekankan pentingnya sanitasi, mutu produk, serta standar keamanan pangan. Langkah ini dinilai krusial agar produk olahan perikanan tidak hanya laku di pasaran, tetapi juga aman dikonsumsi dan dipercaya konsumen.

Heru Faizal mengingatkan agar kelompok benar-benar memahami aturan penggunaan bahan tambahan pangan sesuai Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019, demi menjaga kualitas produk dan menghindari risiko kesehatan.

“Kepercayaan konsumen dibangun dari kepatuhan terhadap standar. Batas dan jenis bahan tambahan pangan harus dipahami betul,” tegasnya.

Poklahsar Khumaini yang diketuai Muhammad Khumaini selama ini memproduksi beragam olahan hasil laut, mulai dari ikan asin, teri krispi, hingga udang krispi. Dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 5 kwintal per bulan, pemasaran produk masih didominasi wilayah lokal Pragaan dan sekitarnya.

Menariknya, seluruh bahan baku diperoleh dari nelayan lokal Desa Lobuk. Hal ini tidak hanya memperkuat rantai produksi kelompok, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
“Alhamdulillah, bahan baku kami ambil dari nelayan setempat. Produksi rata-rata 5 kwintal per bulan dan dipasarkan di wilayah Pragaan,” ungkap Muhammad Khumaini.

Ia berharap pembinaan dari Dinas Perikanan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga disertai dukungan sarana dan prasarana, khususnya peralatan pengolahan modern agar kapasitas dan kualitas produksi dapat terus ditingkatkan.

“Kami berharap ada bantuan alat pengolahan supaya produksi lebih maksimal dan mutu produk semakin baik,” harapnya.

Melalui pembinaan ini, Dinas Perikanan Sumenep menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar meningkatkan volume produksi, tetapi juga membangun industri olahan perikanan yang tertib, aman, dan berkelanjutan, berakar dari kekuatan nelayan lokal.

Penulis : **

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB