150 Anak Yatim, Dhuafa hingga Penggali Kubur Dihadirkan Detikzone di Santunan Akbar, Masjid Mujahidin Pasongsongan Sumenep Jadi Pusat Kebaikan ala Jogokariyan

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Mujahidin di Kampung Benteng Panaongan, Kecamatan Pasongsongan Sumenep sjap jadi pusat kebaikan, terinspirasi dari Masjid Jogokariyan

Masjid Mujahidin di Kampung Benteng Panaongan, Kecamatan Pasongsongan Sumenep sjap jadi pusat kebaikan, terinspirasi dari Masjid Jogokariyan

SUMENEP, Detikzone.id – Rabu, 18 Maret 2026 menjadi momentum penting yang menegaskan peran masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan. Hal ini ditunjukkan oleh Media Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin melalui kegiatan santunan bagi 150 anak yatim, dhuafa, marbot masjid, muadzin, hingga penggali kubur.

Dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras, uang tunai, dan sarung. Tak hanya menunggu di masjid, tim Detikzone juga turun langsung menyambangi rumah warga dhuafa yang tidak terdata atau mengalami keterbatasan untuk hadir.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat solusi umat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masjid harus menjadi pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan, bukan hanya tempat ibadah. Dari sinilah kita bangun kepedulian, solidaritas, dan gerakan nyata membantu sesama,” ujarnya.

Ia mengaku terinspirasi dari konsep Masjid Jogokariyan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan umat. Bersama Ketua Takmir Masjid Mujahidin, Kiai Jamaluddin, serta seluruh pengurus, pihaknya berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial yang hidup dan berdampak langsung.

“Kita harus terus bergerak. Tidak boleh diam melihat masyarakat yang kesulitan. Masjid harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Lebih jauh, Masjid Mujahidin kini tidak hanya menjadi tempat ibadah dan santunan, tetapi juga telah memiliki sederet program sosial yang terintegrasi bersama Detikzone.

Program-program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari bantuan kemanusiaan, layanan sosial, hingga pendampingan bagi warga yang mengalami kesulitan.

Masyarakat yang menghadapi persoalan apa pun, baik ekonomi, kesehatan, maupun kebutuhan darurat lainnya, dapat langsung menghubungi dan berkoordinasi dengan tim masjid dan Detikzone. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan solusi yang cepat, tepat, dan nyata bagi masyarakat.

Detikzone sendiri dikenal sebagai media yang tidak hanya fokus pada pemberitaan, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pembangunan musala umat, penyediaan ambulans gratis, hingga rumah singgah bagi keluarga pasien di Sumenep.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada takmir dan beberapa relasi strategis yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Detikzone. Dukungan, bantuan, dan partisipasi Anda semua telah memungkinkan terlaksananya Santunan Akbar ini dengan lancar dan penuh berkah. Tanpa support, kegiatan sosial yang menyasar anak yatim, dhuafa, marbot, muadzin, dan penggali kubur ini tidak akan seoptimal dan sebermakna ini. Semoga kolaborasi ini terus terjaga dan menjadi amal jariyah bagi kita semua.”

Sementara itu, Kiai Jamaluddin mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, jurnalis tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan.
“Jurnalis harus bisa berkontribusi terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta ikut membantu mengentaskan kemiskinan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Fenomena ini seharusnya menjadi titik balik cara pandang terhadap fungsi masjid dan peran media. Selama ini, masjid kerap dipahami sebatas ruang ibadah ritual, sementara media dianggap hanya sebagai penyampai informasi. Padahal, ketika keduanya bersatu, lahirlah kekuatan sosial yang mampu menjawab persoalan nyata umat.

Apa yang dilakukan Detikzone bersama Takmir Masjid Mujahidin bukan sekadar kegiatan santunan, melainkan model gerakan sosial yang patut direplikasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak cukup ditampilkan dalam narasi, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan.

Jika gerakan seperti ini terus diperluas, maka masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah, tetapi menjadi pusat solusi umat. Dan media, tidak lagi sekadar penonton, melainkan penggerak perubahan yang menghadirkan harapan di tengah masyarakat.

 

Penulis : Red

Berita Terkait

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan
Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026
Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid
Usai Resepsi di Banyuwangi, Bos Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Gelar Unduh Mantu di Pamekasan, Ribuan Tamu Hadir
Polemik Soto Mantenan Kediri Memanas: LSM RATU Desak Pemkot Usut Tuntas Perizinan Bangunan
PC DMI, MUI Sangkapura, dan LTMNU Bawean Gelar Turba, Perkuat Pengelolaan Masjid

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB