SUMENEP, Senin, 4/5/2026– Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus bergerak, sebuah warung pojokan di Jalan Raya Gedungan, Kecamatan Batuan, justru menghadirkan ketenangan yang tak tergantikan. Warung legendaris Kopi Peceng, yang berdiri sederhana di depan Dealer Honda Sinar Baru, dekat lampu merah Hotel Myze, menjadi saksi bagaimana secangkir kopi mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat.
Setiap hari, sejak pagi hingga malam, tempat ini tak pernah sepi. Lebih dari 100 gelas kopi tersaji dan habis dinikmati pelanggan. Dari pejabat hingga abang becak, semua duduk berdampingan, berbagi cerita dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Kopi Peceng bukan sekadar minuman. Bagi masyarakat Sumenep, ia adalah identitas rasa dan ruang perjumpaan. Berdiri sejak 2012, warung ini tetap setia menjaga cita rasa kopi tradisional yang khas, tanpa tergoda arus tren kopi kekinian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi yang sangat strategis, tepat di depan Dealer Honda Sinar Baru, warung ini menjadi magnet bagi berbagai kalangan.
Pelajar, pekerja, hingga tamu dari luar daerah silih berganti datang, menikmati kopi, gorengan hangat, serta camilan sederhana yang memperkuat suasana kebersamaan.
Menariknya, keberadaan Kopi Peceng juga kerap menjadi titik referensi bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke Dealer Honda Sinar Baru untuk mencari sepeda motor Honda pilihan. Sambil menunggu atau sekadar beristirahat, banyak pengunjung memanfaatkan waktu untuk menikmati secangkir kopi hangat di warung legendaris ini.
Bahkan, masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau melakukan pemesanan kendaraan dapat langsung menghubungi Customer Service Sinar Baru Sumenep di nomor 087850133344, yang siap melayani dengan sepenuh hati.
Owner Kopi Peceng, Sumiati, menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama.
“Sejak awal kami ingin menjaga rasa tetap sama. Cara menyeduh juga kami pertahankan, yang penting pelanggan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, sang suami, Fauzan atau yang akrab disapa Pak Peceng, menyebut bahwa usaha ini dibangun dari kejujuran.
“Kami tidak mengejar kemewahan. Yang penting kopi enak dan orang betah. Kalau itu terjaga, pelanggan akan datang sendiri,” tuturnya.
Popularitas Kopi Peceng pun terus meluas hingga ke luar Sumenep, seperti Pamekasan dan Sampang. Tanpa promosi besar, namanya hidup dari rekomendasi mulut ke mulut, membuktikan bahwa kualitas dan ketulusan memiliki daya tarik tersendiri.
Kopi Peceng kini bukan hanya warung kopi, melainkan simbol kebersamaan dan kekuatan kearifan lokal. Di tengah menjamurnya kedai modern, warung sederhana ini tetap berdiri teguh, mengajarkan bahwa nilai sejati tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada rasa dan kejujuran.
Inilah saatnya masyarakat tidak hanya menikmati, tetapi juga menjaga dan membanggakan warisan lokal seperti Kopi Peceng. Karena di setiap tegukan, tersimpan cerita, kebersamaan, dan identitas yang tak ternilai.
Penulis : Redaksi







