SUMENEP, Senin, 4/5/2026 – Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kabupaten Sumenep, Resto Lotus kembali mencuri perhatian publik. Bukan sekadar ramai, salah satu menu andalannya, Rawon Iga, kini menjelma menjadi magnet yang “mengunci” selera siapa pun yang mencicipinya.
Aroma kuah hitam pekat dengan racikan rempah khas langsung menyergap indera sejak pertama disajikan. Daging iga yang empuk dan bumbu yang meresap hingga ke dalam menjadikan hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman rasa yang sulit dilupakan.
Fenomena ini bukan isapan jempol. Pujian datang dari berbagai kalangan. Jodi, pecinta kuliner yang datang bersama koleganya, mengaku langsung terpikat sejak suapan pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rasanya dalam banget, bumbunya meresap sampai ke daging. Iga-nya empuk, kuahnya khas. Ini yang bikin saya langsung ketagihan,” ujarnya.
Tak hanya dari kalangan pecinta kuliner, apresiasi juga datang dari salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Ia bahkan sengaja memesan Rawon Iga untuk membuktikan langsung sensasi yang ramai diperbincangkan.
“Ini bukan rawon biasa. Kuahnya punya karakter kuat, rempahnya terasa, dan penyajiannya menarik. Sangat layak jadi ikon kuliner Sumenep,” tuturnya.
Mas Hadi, pengunjung lainnya, juga tak mampu menyembunyikan kekagumannya. Ia memuji kekuatan rasa yang dihadirkan dalam satu porsi Rawon Iga.
“Rasanya nendang, beda dari yang lain. Bumbunya terasa sampai ke dalam, ini benar-benar bikin ketagihan. Sekali coba, pasti ingin kembali lagi,” katanya.
Berlokasi di Jl. KH. Mansyur No.168, Pabean, Resto Lotus kini tak hanya dikenal sebagai tempat makan, tetapi juga ruang sosial yang hidup. Hampir setiap hari, tempat ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari keluarga, anak muda, hingga komunitas.
Selain Rawon Iga yang kini naik daun, Lotus juga menawarkan beragam menu lain seperti Gurami khas Lotus, Nasi Goreng Kambing, Ayam Geprek, Bebek Lotus, Capcay, hingga Dimsum dan Mie Hot Fire. Semua disajikan dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan favorit banyak orang.
Tak berhenti di situ, fasilitas karaoke keluarga di lantai dua semakin menambah daya tarik. Pengunjung tak hanya menikmati hidangan, tetapi juga merajut kebersamaan dalam suasana hangat penuh tawa.
Pengelola Resto Lotus, Lia, menegaskan bahwa konsep Lotus sejak awal memang berbeda.
“Kami ingin Lotus jadi ruang kebersamaan. Orang datang bukan hanya untuk makan, tapi juga menciptakan momen,” ujarnya.
Fenomena Resto Lotus mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat. Kini, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman dan interaksi sosial.
Dan di tengah semua itu, Rawon Iga berdiri sebagai bukti bahwa rasa otentik tetap menjadi raja. Sekali mencoba, banyak yang sepakat—ini bukan sekadar hidangan, tapi kenangan yang terus memanggil untuk kembali.
Penulis : Redaksi







