Blangkon dan Filosofi Lilin Kecil: Jawaban Menohok Kepsek di Sumenep Agus Sugianto Saat Ditanya Mengapa Gemar Membesarkan Sekolah Lain

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Agus Sugianto

Ket foto: Agus Sugianto

SUMENEP – Sosok Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, kembali menjadi sorotan publik pendidikan di Kabupaten Sumenep. Bukan hanya karena penampilannya yang khas dengan blangkon yang hampir selalu melekat di kepalanya, tetapi juga karena pola pikirnya yang dinilai berbeda di tengah ketatnya persaingan antar sekolah saat ini.

Dalam sebuah perbincangan bersama redaksi Detik.zone, kepala sekolah yang dikenal dekat dengan insan media dan aktif membantu publikasi sekolah-sekolah di Kecamatan Pasongsongan itu mendapat pertanyaan yang cukup tajam.

Redaksi mempertanyakan mengapa dirinya justru sering membantu membranding sekolah-sekolah lain di sekitar Kecamatan Pasongsongan melalui publikasi media online, sementara banyak pihak menilai dirinya seharusnya lebih fokus membesarkan SDN Panaongan III yang ia pimpin sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, jejak digital berbagai kegiatan sekolah di Kecamatan Pasongsongan memang banyak terlihat dipublikasikan melalui dukungan komunikasi Agus Sugianto dengan sejumlah media online daerah, khususnya Detik.zone.

“Bukankah itu justru merugikan SDN Panaongan III sendiri?” tanya redaksi Detik.zone.

Mendapat pertanyaan tersebut, Agus Sugianto hanya tersenyum tipis. Dengan gaya tenang khasnya, pemerhati budaya yang dikenal nyentrik itu kemudian memberikan jawaban yang membuat suasana seketika hening.

 “Oh… tidak. Bagi saya keberhasilan pendidikan di suatu daerah tidak bisa diukur dari keberhasilan satu sekolah tertentu yang maju, baik secara SDM, infrastruktur sarana prasarana maupun yang lain. Tapi keberhasilan pendidikan satu daerah adalah ketika sekolah yang terbilang maju bisa berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain. Dari sana terjadi transfer ilmu pengetahuan dan pemahaman baik manajerial,administrasi serta kepemimpinan sehingga tidak terjadi ketimpangan tapi terjadi pemerataan”.

Ia kemudian melanjutkan dengan mengutip filosofi Bung Hatta.

“Seperti filosofi Bung Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya karena satu obor besar di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena jutaan lilin-lilin kecil di desa.”

Dengan mata yang tetap teduh dan senyum mengembang, Agus Sugianto kembali melanjutkan kalimat yang kini mulai ramai diperbincangkan para pegiat pendidikan.

“Biarlah saya tetap berada di sekolah kecil tapi bisa menggandeng tangan sekolah-sekolah terpencil untuk menyalakan lilin kecil bersama-sama di dunia pendidikan, daripada saya berada di ruangan besar sekolah besar dan maju tapi hanya terpesona oleh benderang cahaya obor yang saya pegang sendiri tanpa peduli pada lilin-lilin kecil yang pelan tapi pasti mau redup dan mati.”

Jawaban tersebut menjadi refleksi mendalam di tengah kondisi persaingan antar sekolah yang kini semakin tajam, terutama dalam perebutan peserta didik baru dan pencitraan lembaga pendidikan.

Di mata sebagian masyarakat pendidikan Kecamatan Pasongsongan, sosok Agus Sugianto memang dikenal memiliki pola pikir kolaboratif. Ia kerap membantu mempublikasikan kegiatan sekolah lain tanpa memandang status sekolah negeri, swasta, besar maupun kecil.

Tidak sedikit guru dan kepala sekolah di wilayah Pasongsongan menilai bahwa langkah tersebut telah membantu membuka ruang apresiasi publik terhadap sekolah-sekolah pinggiran yang selama ini jarang tersorot media.

Blangkon yang melekat di kepala Agus Sugianto tampaknya bukan sekadar simbol penampilan. Ia perlahan menjadi identitas tentang kesederhanaan, budaya, dan filosofi pengabdian yang tidak selalu diukur dari seberapa tinggi nama sekolah sendiri terangkat, melainkan seberapa banyak sekolah lain ikut tumbuh dan berkembang bersama.

Berita Terkait

Lebih dari 4 Bulan Tanpa Putus, Detikzone.id Konsisten Jalankan Program Sedekah Setiap Hari
Jamaah Umroh PT Habibi Rizky Elsyarif Asal Bawean Berangkat Menuju Tanah Suci 
Semangat Berbagi Bang Ali Tak Pernah Padam, BASHRA BIP Kembali Hadirkan BBM Gratis se-Madura Raya, Bukti Semangat Fastabiqul Khairat
Genap 4 Bulan, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Menebar Kebaikan di Sumenep
Gugus PAUD 2 Flamboyan Sangkapura Gresik Dorong Guru Berinovasi Lewat INOBEL PAUD 2026 
Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus
Lanjutkan Rangkaian Aksi Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP Bang Ali Kembali Gelar BBM Gratis Serentak Se-Madura Besok Sore
Mata Sehat, Aktivitas Hebat! NU Care LAZISNU Bawean dan IROPIN Edukasi Warga dan Bagikan Kacamata

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Lebih dari 4 Bulan Tanpa Putus, Detikzone.id Konsisten Jalankan Program Sedekah Setiap Hari

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Jamaah Umroh PT Habibi Rizky Elsyarif Asal Bawean Berangkat Menuju Tanah Suci 

Rabu, 30 September 2026 - 19:51 WIB

Semangat Berbagi Bang Ali Tak Pernah Padam, BASHRA BIP Kembali Hadirkan BBM Gratis se-Madura Raya, Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Rabu, 30 September 2026 - 17:40 WIB

Genap 4 Bulan, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Menebar Kebaikan di Sumenep

Rabu, 30 September 2026 - 14:16 WIB

Gugus PAUD 2 Flamboyan Sangkapura Gresik Dorong Guru Berinovasi Lewat INOBEL PAUD 2026 

Berita Terbaru