PKBM Warga Mandiri Lapas Cipinang Wujudkan Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Warga Mandiri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang tidak berhenti pada ruang kelas. Melalui konsep pembelajaran berbasis proyek (project based learning), Warga Binaan kini mulai mengembangkan hasil praktik budidaya toge menjadi produk bernilai ekonomi yang siap dipasarkan melalui Kantin Mitra Primkopasindo Lapas Cipinang di area blok hunian, Rabu ( 3/6 ).

 

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pembelajaran tematik kewirausahaan yang sebelumnya dilakukan siswa PKBM Warga Mandiri. Setelah mempelajari proses pertumbuhan tanaman, perhitungan modal, produksi, hingga peluang usaha, Warga Binaan mulai masuk ke tahap uji produksi untuk menghasilkan toge yang layak dipasarkan secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan di dalam lapas harus mampu memberikan pengalaman nyata dan membangun kemandirian.

 

“Kami ingin pembelajaran di PKBM Warga Mandiri tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup. Dari proses sederhana seperti membuat toge, Warga Binaan belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, perhitungan usaha, hingga bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Wachid.

 

Ia menambahkan bahwa konsep pembinaan di Lapas Cipinang terus diarahkan agar mampu membangun ekosistem yang saling mendukung antara pendidikan, pelatihan, produksi, dan pemasaran.

 

“Ketika hasil pembelajaran dapat masuk ke tahap produksi dan dimanfaatkan melalui Kantin Mitra Primkopasindo, maka Warga Binaan belajar langsung bagaimana sebuah usaha dijalankan dari awal hingga sampai kepada konsumen,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Primkopasindo Lapas Cipinang, Waris, menyambut positif hadirnya produk hasil pembelajaran PKBM tersebut. Menurutnya, Kantin Mitra dapat menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan sekaligus mendukung pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.

 

“Kami siap mendukung produk positif hasil pembinaan Warga Binaan. Selama kualitas dan kontinuitas produksi dapat terjaga, Kantin Mitra Primkopasindo siap menjadi bagian dari pemasaran sehingga hasil pembelajaran ini benar-benar memiliki manfaat ekonomi,” jelas Waris.

 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan kemandirian agar Warga Binaan memahami proses usaha secara lebih nyata.

 

Salah satu peserta PKBM Warga Mandiri, Arya, mengaku bangga karena pembelajaran yang dijalani mulai berkembang menjadi produk yang memiliki peluang usaha. “Awalnya kami hanya belajar proses pertumbuhan dari kacang hijau menjadi toge. Sekarang kami belajar menghitung modal, menjaga kualitas, sampai bagaimana produk bisa dijual. Ini menjadi pengalaman baru dan bekal bagi kami nanti setelah bebas,” ungkapnya.

 

Melalui pengembangan pembelajaran berbasis kewirausahaan tersebut, Lapas Cipinang terus memperkuat peran PKBM Warga Mandiri sebagai ruang pendidikan yang adaptif, produktif, dan aplikatif. Langkah ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam membangun Warga Binaan yang memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.( Ragil).

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru