Nestapa Sang Ikon Ibu Kota, Kala Ondel-Ondel Betawi Mengais Rezeki Hingga ke Pemalang

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Hiruk pikuk dan lalu-lalang ratusan warga berpadu dengan terik menyengat matahari ,Di tengah Alun -alun Pemalang,tampak sosok raksasa berwarna mencolok berdiri .

Melenggak-lenggok tanpa henti ditimpali tetabuhan perangkat musik tradisional Betawi, itulah suasana pementasan Ondel-ondel, ikon budaya kebanggaan masyarakat Betawi.

Akan tetapi, pemandangan ini bukanlah bagian dari festival pesta rakyat, melainkan pemandangan pilu sekelompok orang yang mengais rezeki dengan cara mengamen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sangat mengiris hati melihat boneka setinggi dua setengah meter yang sarat akan nilai sejarah dan dipercaya sebagai penolak bala, kini harus mengais receh dari satu tempat ke tempat lain.

Bagi masyarakat Betawi, ondel-ondel adalah simbol penjaga kampung yang sakral dan agung. Namun, kerasnya desakan ekonomi membuat kesenian jalanan ini bermigrasi jauh dari tanah kelahirannya di Jakarta, merambah hingga ke Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah.

Para pengamen ini biasanya datang dalam kelompok kecil, membawa seperangkat pengeras suara portabel dan baju-baju adat seadanya. Di bawah topeng boneka anyaman bambu itu, terdapat keringat mereka yang menggantungkan hidup pada belas kasih para pengunjung di Alun-alun Pemalang.

Bagi warga Pemalang Jawa Tengah, kehadiran ondel-ondel jalanan ini menjadi warna baru dalam seni pertunjukan rakyat. Sedangkan bagi para perantau, ondel-ondel adalah napas perjuangan yang membawa keberuntungan rupiah,

Adalah Ergy (18) Seniman Muda dari Sanggar seni Zhapeng, kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui ketika sedang berkeliling untuk kebolehan bermain ondel ondel bersama 7 anggota keseniannya,saat mengamen di Pemalang

Sebetulnya penampilan Ondel -ondel secara resmi atau berkeliling mengamen seperti ini, terancam kehilangan marwahnya jika terus-menerus harus terpapar panas dan hujan di jalanan.

Ia menambahkan, Terlepas dari perdebatan tersebut, kisah ondel-ondel yang *mengembara* sampai ke Jawa ini , tetaplah sebuah narasi ketahanan hidup.

“Kami tidak hanya membawa budaya Betawi menembus batas geografis, tetapi juga menjadi saksi bisu bagaimana sebuah tradisi harus beradaptasi demi mempertahankan eksistensinya di tengah kerasnya roda zaman, terpaksa kami mengamen sampai ke Jawa karena di Jakarta sudah banyak penampilan Ondel -ondel di jalanan,”. ujarnya,Rabu (24/6 ).

Perjalanan ondel-ondel dari jalanan ibu kota hingga ke pesisir utara Jawa ini, mencerminkan dilema yang kompleks. Di satu sisi, kehadiran mereka menuai kecaman dari para budayawan dan Pemprov DKI Jakarta yang tengah menyusun regulasi untuk melarang penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen agar marwah budaya tetap terjaga.

Namun di sisi lain, bagi para pelaku seni jalanan, mengamen adalah satu-satunya cara bertahan hidup di tengah sempitnya lapangan pekerjaan.

Kisah ini menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Diperlukan solusi nyata dari pemerintah setempat maupun pusat untuk memberikan pembinaan dan ruang panggung yang lebih bermartabat bagi para pelaku seni. Jangan sampai, demi menyambung hidup, warisan luhur bangsa justru kehilangan identitas dan harga dirinya di mata generasi penerus.*( Ragil)*

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru