Kendal- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah perawatan ternak mentok dengan fokus pada pemberian pakan dan pemeliharaan kandang sebagai upaya meningkatkan keterampilan Warga Binaan di bidang peternakan.
Dalam kegiatan tersebut, WBP yang mengikuti program SAE secara aktif melakukan pemberian pakan sesuai kebutuhan ternak, memastikan ketersediaan air minum, serta menjaga kebersihan area kandang agar kesehatan dan pertumbuhan mentok tetap terjaga.
Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah pendampingan dan pengawasan petugas sehingga proses pemeliharaan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal Ari Nirwanto, menyampaikan bahwa program peternakan mentok merupakan bagian dari pembinaan yang bertujuan membentuk kemandirian sekaligus meningkatkan keterampilan praktis WB sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan perawatan ternak mentok ini, Warga Binaan tidak hanya belajar teknik dasar beternak, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap keberlangsungan usaha produktif. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk berwirausaha maupun bekerja di bidang peternakan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, pada Sabtu ( 27/6 ).
Selain menjadi media pembelajaran, budidaya ternak mentok di lingkungan SAE juga mendukung optimalisasi pemanfaatan sarana pembinaan produktif di Lapas Kendal.
Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak sehingga memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan program pembinaan kemandirian.
Melalui pengembangan berbagai sektor pembinaan, termasuk peternakan mentok.
Lapas Kelas IIA Kendal terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program SAE diharapkan menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat, sehingga mereka lebih siap berintegrasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.( Ragil).








