Mencetak Pemimpin Masa Depan: BKPSDM Probolinggo Ubah Birokrasi Lewat Budaya Coaching

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo resmi memulai langkah besar dalam merombak pola kepemimpinan birokrasi. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), sebanyak 40 pejabat administrator dari 29 Perangkat Daerah dan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) digembleng dalam pelatihan coaching dan mentoring di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (6/7/2026).

 

Langkah strategis yang berlangsung hingga Rabu (8/7/2026) ini bertujuan mengubah paradigma lama. Pejabat masa kini tidak boleh lagi sekadar menjadi bos yang memerintah secara administratif, melainkan harus mampu menjadi mentor yang merangkul dan mengembangkan potensi stafnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Selama tiga hari, para peserta akan menjalani 40 jam pelajaran intensif dengan metode experiential learning. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi langsung melakukan simulasi, pendampingan, hingga sesi live coaching di bawah arahan tenaga pengajar Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

 

Plt BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mencetak pemimpin yang adaptif. Pejabat eselon III dituntut mampu membangun budaya pembelajaran berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.”Pelatihan ini bertujuan membangun kompetensi pejabat administrator agar mampu berperan sebagai leader, coach, dan mentor. Ini adalah pilar penting dalam mendukung implementasi Corporate University dan memperkuat manajemen talenta ASN di Kabupaten Probolinggo,” ujar Hari.

 

Tantangan zaman yang bergerak cepat menuntut aparatur sipil negara (ASN) untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini ditegaskan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, saat membuka acara.Menurut Anang, lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN telah mengubah arah manajemen kepegawaian. Fokus utama kini bergeser pada pengembangan SDM sebagai aset strategis negara, bukan lagi sekadar urusan administrasi kertas.

 

“Keberhasilan ASN tidak lagi diukur dari banyaknya pelatihan yang diikuti ataupun sertifikat yang dimiliki, melainkan dari dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, kinerja organisasi, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Anang lugas

 

Pembukaan pelatihan ini turut dihadiri oleh Direktur Pembelajaran Teknis dan Fungsional LAN RI, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), serta para Kepala Perangkat Daerah. Kehadiran para petinggi ini menegaskan komitmen penuh Pemkab Probolinggo dalam menyukseskan transformasi tersebut.

 

Di akhir arahannya, dr. Anang berpesan agar hasil dari pelatihan ini tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Ia meminta para pejabat yang hadir untuk segera membuka ruang diskusi yang sehat dan memberikan umpan balik konstruktif kepada bawahannya.”Coaching dan mentoring harus menjadi budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, akan lahir pemimpin yang profesional, adaptif, kolaboratif, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata
Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar
Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu di Saronggi, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 2,14 Gram
Teknologi AI Masuk Desa, Dinkes Probolinggo Buru Kasus TBC Lewat Portable X-Ray
Dijanjikan Dinikahi, Perempuan di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Amankan Pria 22 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB