Dinkes Probolinggo Percepat Skrining HPV-DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menekan angka kasus kanker leher rahim (serviks). Langkah ini diwujudkan melalui percepatan pelaksanaan skrining berbasis Human Papillomavirus DNA (HPV-DNA) di seluruh wilayah setempat.Upaya tersebut diawali dengan penguatan koordinasi lintas profesi dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes). Agenda ini berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo pada Rabu, 22 Juli 2026.

Sebanyak 116 tenaga kesehatan dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.Diantaranya Bidan koordinator, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), koordinator PTM, tenaga promkes, hingga bidan desa.Pembekalan evaluasi program Penyakit Tidak Menular (PTM), teknik pengambilan/pengepakan sampel HPV-DNA, dan penyusunan rencana aksi pemeriksaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menyatakan metode HPV-DNA merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan. Metode ini jauh lebih sensitif dibandingkan cara konvensional.”Pemeriksaan HPV-DNA mampu mendeteksi infeksi virus HPV berisiko tinggi sebelum terjadi perubahan sel menjadi kanker. Semakin cepat ditemukan, peluang kesembuhan pasien jauh lebih tinggi,” ujar dr. Nina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinkes mengakui rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini masih menjadi kendala utama. Banyak pasien baru memeriksakan diri setelah memasuki stadium lanjut.Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Probolinggo berkomitmen memperkuat edukasi publik secara masif. Nakes didorong untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mau melakukan skrining saat kondisi tubuh masih sehat.

Melalui forum ini, Dinkes menyusun standardisasi operasional pelaksanaan skrining secara bertahap di 33 puskesmas. Standardisasi meliputi.Teknik pengambilan sampel yang presisi,Manajemen penyimpanan dan pengepakan spesimen yang aman,Proses pemeriksaan laboratorium yang sesuai ketentuan.

Melalui sinergi dan standardisasi yang kuat, Dinkes Probolinggo optimistis dapat memperluas cakupan skrining. Target utamanya adalah menyelamatkan lebih banyak kaum perempuan dari risiko fatal kanker leher rahim.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti
Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan
Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026
Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:16 WIB

Dinkes Probolinggo Percepat Skrining HPV-DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Berita Terbaru