Keselamatan Prioritas, KSOP Panarukan Tunda Pelayaran ke Kepulauan Madura

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Situbondo memberlakukan penundaan sementara keberangkatan kapal menuju wilayah kepulauan di Madura. Kebijakan ini menyusul peringatan cuaca buruk di laut yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Penundaan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Imbauan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Buruk di Laut yang diterbitkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo, *Herland Aprilyanto*, mengatakan langkah itu diambil untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama. Mengingat adanya potensi peningkatan gelombang tinggi dan kecepatan angin bertambah, kami mengimbau kepada seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali aman*,” ujar Herland.

Keputusan itu mengacu pada Prakiraan Cuaca Maritim yang diterbitkan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada Rabu, 22 Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan tersebut, terdapat potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah Perairan Kepulauan Sapudi bagian selatan dan Perairan Kepulauan Kangean bagian selatan selama periode Kamis, 23 Juli 2026 hingga Minggu, 26 Juli 2026.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Madura dan sekitarnya berkisar antara 1,10 hingga 2 meter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal penumpang, kapal nelayan, dan kapal berukuran kecil.

Herland mengingatkan seluruh operator kapal dan nakhoda untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim, setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan.

“*Apabila selama pelayaran terjadi perubahan kondisi cuaca yang memburuk, nakhoda diminta segera berkoordinasi dan melaporkan situasi kepada syahbandar terdekat guna memperoleh arahan lebih lanjut*,” tegasnya.

Menurutnya, penundaan keberangkatan merupakan bentuk mitigasi risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut. Langkah tersebut juga menjadi komitmen KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo dalam mengutamakan keselamatan jiwa di laut serta menjaga keamanan dan ketertiban penyelenggaraan pelayaran di wilayah perairan Madura dan sekitarnya.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju wilayah kepulauan di Madura diimbau untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun KSOP setempat.

 

Penulis : Anton

Berita Terkait

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB