SUMENEP — Siapa sangka, putri seorang anggota Polresta Sumenep menyimpan sederet prestasi di balik aktivitasnya sebagai pelajar. AZ-Syahra Nastiti Ramadhani, siswi kelas VIII SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep, berhasil meraih sejumlah medali dalam kompetisi akademik tingkat nasional hingga internasional.
Putri dari Saiful Muttaqin, SH, anggota Polresta Sumenep, itu tidak hanya berprestasi di satu ajang. Syahra mencatatkan namanya dalam sejumlah kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, dan sains dengan torehan medali emas, perak, hingga perunggu.
Salah satu capaian terbesarnya diraih dalam Olimpiade Matematika Nasional (OMN) jenjang SMP tingkat nasional. Syahra berhasil membawa pulang medali emas. Medali tersebut kemudian disusul dengan medali perak dalam kompetisi VENUS 4.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada SMC (Science and Math Competition) K3 tingkat nasional, Syahra kembali menunjukkan konsistensinya. Ia berhasil meraih medali perak bidang Bahasa Inggris dan medali perunggu bidang Matematika.
Tidak berhenti di sana, Syahra kembali menambah koleksi prestasinya melalui Olimpiade Obor Langit tingkat nasional dengan meraih medali perak bidang Matematika.
Namun, catatan prestasi Syahra tidak berhenti pada kompetisi di dalam negeri.
Namanya juga tercatat dalam ajang Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO). Dalam kompetisi internasional tersebut, Syahra berhasil meraih medali emas bidang Matematika.
Deretan prestasi itu diraih Syahra saat masih duduk di kelas VIII. Usianya masih belia, tetapi pengalaman kompetisinya telah membawanya berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah hingga ajang internasional.
Matematika menjadi bidang yang paling banyak mengantarkan Syahra meraih medali. Meski demikian, ia juga mampu mencatatkan prestasi dalam Bahasa Inggris dan kompetisi sains.
Bagi keluarga, keberhasilan tersebut tentu menjadi kebanggaan. Bagi sekolah, capaian Syahra menjadi bagian dari prestasi yang membawa nama SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep dalam berbagai kompetisi.
Sementara bagi Sumenep, prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pelajar daerah juga memiliki ruang untuk bersaing dalam kompetisi akademik dengan cakupan yang lebih luas.
Menariknya, perjalanan Syahra belum panjang. Ia masih duduk di kelas VIII dan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi serta mengembangkan kemampuan akademiknya.
Dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya, medali terus bertambah. Dari tingkat nasional, langkah Syahra bahkan telah sampai pada kompetisi internasional.
Kini, deretan prestasi itu menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya : bukan sebagai akhir, melainkan pengalaman untuk terus belajar dan menghadapi tantangan berikutnya.
Buat pembuka lebih menggebrak
Tonjolkan perjuangan Syahra meraih medali







