Proyek Indahkan Kota Dengan Seribu Aneka Bunga Pemkab Pemalang Dikepung Tiang dan Kabel Wifi, Gedung RSUD Jadi Korban

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang-  Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang untuk menyulap wajah kota menjadi seindah dan asri kota-kota besar lewat program penanaman pohon bunga Tabebuya kini terancam layu sebelum berkembang. Alih-alih memanjakan mata, estetika bunga mirip Sakura tersebut justru terhalang dan terkepung oleh semrawutnya bentangan kabel Wifi ilegal maupun legal yang bergelantungan tak beraturan di sepanjang jalan protokol.

Kondisi terparah bahkan terlihat jelas di area vital pusat pemerintahan, salah satunya di kawasan Gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Kabel-kabel hitam yang menjuntai rendah dan saling melilit tidak hanya merusak pemandangan pohon Tabebuya yang mulai tumbuh, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan warga serta pengguna jalan.

Program keindahan daerah yang menelan anggaran daerah ini pun dituding mubazir akibat buruknya koordinasi antar-instansi.Menanggapi carut-marutnya integrasi tata kota ini, Asisten 1 Sekda Pemalang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tutuko Raharjo, angkat bicara dengan nada tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa pihak pemkab tidak akan tinggal diam melihat program estetika hijau ini dirusak oleh ego sektoral pengusaha provider internet.

“Kami sangat menyayangkan sikap para penyedia jasa internet yang memasang jaringan secara serampangan tanpa memedulikan estetika tata ruang Pemalang. Program Tabebuya ini adalah instruksi langsung untuk mempercantik daerah, tapi sekarang malah dikepung kabel setan Mulai minggu depan, Pemkab bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan tegas. Jika provider membandel dan tidak segera merapikan bentangan kabelnya, terutama di jalur hijau seperti depan Gedung DPRD dan RSUD , kami akan langsung melakukan pemotongan massal tanpa toleransi!”* ujar Tutuko Raharjo dengan tegas kepada awak media, pada Kamis ( 24/9 ).

Publik kini menunggu pembuktian dari ketegasan Pemkab Pemalang. Apakah kota berslogan Ikhlas ini benar-benar bisa terbebas dari jeratan kabel semrawut demi mekarnya Tabebuya, atau justru keindahan kota harus kalah dan terkubur oleh jaringan kabel yang kian menjamur.- *( Ragil)*

Berita Terkait

Konsisten Menggerakkan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP H. Ali Zainal Abidin Raih 2 Penghargaan Tingkat Asia, Persembahkan untuk Yatim dan Dhuafa
Dinkes Probolinggo Libatkan Dokter Spesialis dan Bidan, Bedah Kasus untuk Tekan Risiko Neonatal
Puluhan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun -alun Pemalang Ditertibkan Satpol PP 
Gebrakan Rutan kelas 1 Jakpus WBP Kini Bisa Berobat Di Faskes Rutan Gandeng BPJS Jakarta- 
BP2B Sambut RUU Daerah Kepulauan: Harapan Baru untuk Bawean Gresik yang Kerap Terisolasi
Rutan Kelas 1 Jakpus Turun Ke Cempaka Putih, Sinergi Lintas Instansi Dikokohkan Lewat Klinik Tanam
Kepala BPBD Pemalang Berikan Penghargaan Kepada YNCI Atas Partisipasinya Membantu Bencana Kekeringan
TRUMP BERTERIMA KASIH KEPADA INDONESIA: LATAR BELAKANG DAN DAMPAK POLITIS

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:32 WIB

Dinkes Probolinggo Libatkan Dokter Spesialis dan Bidan, Bedah Kasus untuk Tekan Risiko Neonatal

Jumat, 25 September 2026 - 15:21 WIB

Proyek Indahkan Kota Dengan Seribu Aneka Bunga Pemkab Pemalang Dikepung Tiang dan Kabel Wifi, Gedung RSUD Jadi Korban

Jumat, 25 September 2026 - 15:17 WIB

Puluhan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun -alun Pemalang Ditertibkan Satpol PP 

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Gebrakan Rutan kelas 1 Jakpus WBP Kini Bisa Berobat Di Faskes Rutan Gandeng BPJS Jakarta- 

Kamis, 24 September 2026 - 11:57 WIB

BP2B Sambut RUU Daerah Kepulauan: Harapan Baru untuk Bawean Gresik yang Kerap Terisolasi

Berita Terbaru

SOSBUD

Jumat Berkah di Sumenep, KBS Bagikan 130 Nasi Bungkus

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:12 WIB