Dinkes Probolinggo Libatkan Dokter Spesialis dan Bidan, Bedah Kasus untuk Tekan Risiko Neonatal

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Dinkes Kabupaten Probolinggo menggelar bedah kasus bersama dokter spesialis dan para bidan puskesmas sebagai upaya mengevaluasi pelayanan kesehatan ibu dan anak serta menekan risiko neonatal di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kamis (24/9/2026).

Ket Foto: Dinkes Kabupaten Probolinggo menggelar bedah kasus bersama dokter spesialis dan para bidan puskesmas sebagai upaya mengevaluasi pelayanan kesehatan ibu dan anak serta menekan risiko neonatal di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kamis (24/9/2026).

PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat mengevaluasi tata kelola pelayanan kesehatan ibu dan anak guna menekan angka kematian neonatal (bayi baru lahir) di wilayahnya. Langkah taktis ini diwujudkan melalui bedah kasus bersama dokter spesialis yang melibatkan para bidan puskesmas di IHC RS Wonolangan, Kamis (24/9/2026).

Evaluasi mendalam ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama, yaitu dr. Fauziah Pratiwi, Sp.A (spesialis anak) dan dr. Vincentius Edwin Pradana Setiawan, Sp.OG (spesialis kebidanan dan kandungan). Para bidan diajak mengidentifikasi akar masalah, mendeteksi faktor risiko sejak masa kehamilan, hingga merumuskan tindakan preventif yang cepat dan tepat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret untuk memperbaiki kualitas penanganan medis di tingkat dasar (puskesmas).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi penyebab dari kelahiran bayi neonatal. Tujuannya adalah untuk menekan kelahiran bayi neonatal yang berisiko terhadap kualitas hidup bayi tersebut,” ujar Sri Wahyu.

Melalui audit kasus ini, tenaga kesehatan khususnya bidan yang menjadi garda terdepan di desa-desa diharapkan semakin peka dalam mengenali tanda bahaya (firasat klinis) pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

 

Satu poin krusial yang mengemuka dalam evaluasi ini adalah perlunya memperluas jejaring pengawasan. Dinkes menilai, penyelamatan ibu dan bayi tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga kesehatan di lapangan, melainkan butuh intervensi ilmiah dan pengawalan dari dunia pendidikan.

Unsur akademisi dilibatkan untuk ikut memantau pergerakan ibu hamil dengan risiko tinggi (risti),Kolaborasi ini memperkuat analisis faktor risiko agar langkah penyelamatan bisa dilakukan jauh sebelum hari persalinan tiba,dan Evaluasi tata kelola klinis akan dilakukan secara berkala demi memastikan standar pelayanan puskesmas terus meningkat.

“Kontribusi dari unsur akademisi sangat penting, terutama dalam mengawal dan melakukan evaluasi terhadap ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi neonatal. Dengan kolaborasi ini, pelayanan kepada ibu dan anak diharapkan semakin berkualitas,” pungkas Sri Wahyu.

Berita Terkait

Konsisten Menggerakkan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan, Founder BASHRA BIP H. Ali Zainal Abidin Raih 2 Penghargaan Tingkat Asia, Persembahkan untuk Yatim dan Dhuafa
Proyek Indahkan Kota Dengan Seribu Aneka Bunga Pemkab Pemalang Dikepung Tiang dan Kabel Wifi, Gedung RSUD Jadi Korban
Puluhan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun -alun Pemalang Ditertibkan Satpol PP 
Gebrakan Rutan kelas 1 Jakpus WBP Kini Bisa Berobat Di Faskes Rutan Gandeng BPJS Jakarta- 
BP2B Sambut RUU Daerah Kepulauan: Harapan Baru untuk Bawean Gresik yang Kerap Terisolasi
Rutan Kelas 1 Jakpus Turun Ke Cempaka Putih, Sinergi Lintas Instansi Dikokohkan Lewat Klinik Tanam
Kepala BPBD Pemalang Berikan Penghargaan Kepada YNCI Atas Partisipasinya Membantu Bencana Kekeringan
TRUMP BERTERIMA KASIH KEPADA INDONESIA: LATAR BELAKANG DAN DAMPAK POLITIS

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:32 WIB

Dinkes Probolinggo Libatkan Dokter Spesialis dan Bidan, Bedah Kasus untuk Tekan Risiko Neonatal

Jumat, 25 September 2026 - 15:21 WIB

Proyek Indahkan Kota Dengan Seribu Aneka Bunga Pemkab Pemalang Dikepung Tiang dan Kabel Wifi, Gedung RSUD Jadi Korban

Jumat, 25 September 2026 - 15:17 WIB

Puluhan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun -alun Pemalang Ditertibkan Satpol PP 

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Gebrakan Rutan kelas 1 Jakpus WBP Kini Bisa Berobat Di Faskes Rutan Gandeng BPJS Jakarta- 

Kamis, 24 September 2026 - 11:57 WIB

BP2B Sambut RUU Daerah Kepulauan: Harapan Baru untuk Bawean Gresik yang Kerap Terisolasi

Berita Terbaru

SOSBUD

Jumat Berkah di Sumenep, KBS Bagikan 130 Nasi Bungkus

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:12 WIB