Dengan dirilisnya tulisan berjudul:
NU, Gus Dur dan Bromocorah Politik;
Apa yg hrs disampaikan sudah Saya sampaikan.
Apa yg hrs dijelaskan sdh Saya jelaskan.
Apa yg hrs disuarakan sdh Saya suarakan.
SELESAI.
Yang blm Saya lakukan tinggal MEMIDANAKAN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Knp blm Saya jalankan PERANG PIDANA?
Musuh Saya ORANG SPESIAL;
Di dalam tubuhnya ada DARAH GURU Saya:
Kiai Bisri Sansuri.
Bapak Saya yg hanya Petani Dusun dan hanya Rois Syuriah MWC NU itu, setiap minggu ngajar ngaji Ihya Ulumudrin, jelas Beliau lebih alim dari Rais Aam PBNU, beliau ngajari Saya begini:
Cung, menghormati Guru itu kayak baca sholawat pada Rasulullah:
Wa ‘ala alihi.
Maksudnya?
Menghormati Guru itu hrs juga menghormati keluarga Guru.
Di tubuh Ipul Penakut itu ada Darah Kyai Bisri Syansuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang di mana Saya menimba Ilmu, itu yg Saya hormati.
Beda kalau Ipul Kumis Beracun memidanakan Saya duluan, Saya akan bersimpuh di Pusara Kyai Bisri Syansuri sblm Saya memidanakan Ipul dg banyak Kasus Tipikor scr bergantian sampai Ipul membusuk di Penjara.
Ada 4 Orang yg dalam 3 hari ini intens berkomunikasi dg Saya dg Agenda yg sama:
Menjaga NU.
Beliau berempat meminta Saya utk menjaga sikap jangan sampai kebenaran yg Saya sampaikan malah meremukkan NU.
Beliau berempat bersepakat dg Saya bahwa memang ada SUAP & JUAP BELI SUARA di Muktamar ke-35 NU, hal ini hrs diungkap, setelah diungkap beliau berempat meminta Saya menepi.
Saya menjawab permintaan menepi itu dg 3 Syarat:
1. Raia Aam Awam itu memgundurkan diri.
2. PCNU, PWNU, AHWA Penerima suap mengembalikan Uang Suap ke KPK.
3. Ipul CS tidak ngajak Saya perang pidana, kalau Ipul Kumis Beracun munafik itu ngajak Saya perang pidana, sekalipun Saya dibenci oleh seluruh Kyai NU, Saya akan memilih berperang dan memidanakan Ipul, Juri, Nusron, Miftahul Akhyar dan seluruh antek-anteknya.
PAMANGKAR:
Pejuang Amar Makruf Nahiy Mungkar.
Menjadi PAMANGKAR itu beribadah pada Allah, membumikan Alquran Surat Ali Imron Ayat 104.
Menjadi PAMANGKAR itu menjalankan perintah Rasulullah.
Saya lebih memilih dicintai Allah dan Rasulullah dari pada dipuji Para Kyai Munafik penerima suap muktamar dari Ipul, Nusron dan Juri Ardiantoro.
Pul, Ipul, Ayo pidanakan Aku Mas Ipul !!!
Aku akan bersimpuh di Pusara Kyai Bisri Sansuri utk pamitan nyukur kumis munafikmu dan memidanakanmu sampai Sampeyan busuk di penjara.
Tidak semua Santri NU bisa diintimidasi.
Tidak semua Kyai NU bisa ditakut-takuti.
Salam Amar Makruf Nahiy Mungkar.
Haji Raden Mas Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy Al-Alawiy.
Cicit Sayyidina Ali.
Cicit Ken Arok.







