SUMENEP, – Sebanyak 27 tim dari berbagai kecamatan di wilayah daratan dan kepulauan mengikuti AF Sport Football Competition U-17 di GOR A. Yani Pangligur, Kabupaten Sumenep, Sabtu (10/10/2026). Kompetisi ini menjadi salah satu upaya membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun fondasi prestasi sepak bola daerah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa sepak bola tidak semata-mata tentang kemenangan. Lebih dari itu, olahraga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, dan tanggung jawab.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga yang berorientasi pada kemenangan, melainkan juga sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, dan tanggung jawab,” kata Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan merupakan kunci untuk melahirkan pemain berkualitas yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.
Karena itu, turnamen kelompok usia diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara. Kompetisi juga perlu menjadi wadah untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta menemukan potensi pemain muda yang dapat dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
“Kami ingin pembinaan sepak bola dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Bupati menilai AF Sport Football Competition U-17 merupakan salah satu langkah nyata dalam memperkuat fondasi sepak bola Kabupaten Sumenep. Melalui kompetisi tersebut, para pemain diharapkan memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi persaingan secara sehat.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kekompakan, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengolah bola, tetapi juga oleh kedisiplinan, semangat berlatih, dan sikap para pemain dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
“Seluruh peserta, ofisial, dan pendukung agar bersama-sama menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung, supaya turnamen bisa berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan,” tegasnya.
Keterlibatan 27 tim dari kecamatan di wilayah daratan dan kepulauan menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan pembinaan sepak bola bagi generasi muda Sumenep.
Bupati berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan pemain-pemain berbakat yang kelak mampu bersaing pada level yang lebih tinggi dan membawa nama baik Kabupaten Sumenep.
“Teruslah berlatih, jaga disiplin, dan tunjukkan bahwa generasi muda Sumenep mampu berprestasi melalui olahraga,” pungkasnya.







