PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah taktis dalam memerangi penularan tuberkulosis (TBC). Mengintegrasikan teknologi modern ke tingkat desa, Dinkes menggelar Roadshow Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) menggunakan perangkat Portable X-Ray berbasis Artificial Intelligence (AI) di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Selasa (13/10/2026).
Skrining massal ini membidik 100 warga setempat sebagai sasaran pemeriksaan awal. Berkolaborasi dengan Puskesmas Jabungsisir, aksi jemput bola ini dirancang untuk mendeteksi indikasi TBC sejak dini agar rantai penularan di lingkungan masyarakat dapat diputus lebih cepat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menegaskan bahwa penemuan kasus secara aktif merupakan strategi krusial dalam menekan angka penyebaran TBC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penemuan kasus TBC secara dini menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah penularan lebih luas. Melalui skrining terintegrasi CKG ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memeriksakan kesehatan, terutama apabila memiliki gejala atau faktor risiko TBC,” ujar dr. Nina.
Pemanfaatan Portable X-Ray berteknologi AI di lapangan terbukti memangkas waktu skrining awal secara signifikan. Meski demikian, dr. Nina mengingatkan bahwa kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai alat penyaring cepat, bukan penentu akhir diagnosis. Warga yang hasil rontgennya menunjukkan indikasi TBC tetap diwajibkan menjalani pemeriksaan lanjutan (seperti tes dahak) sesuai prosedur medis baku.
Langkah progresif ini menjadi bagian dari komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030. Suksesnya program ini tidak hanya bertumpu pada deteksi dini, melainkan juga kepatuhan pasien dalam menuntaskan pengobatan, pelacakan kontak erat, serta kesadaran lingkungan.
Di lokasi acara, agenda ini dikawal langsung oleh Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo, S. Trisnoharini, bersama tim medis lintas fasilitas dari Puskesmas Jabungsisir guna memastikan pelayanan berjalan optimal.
Menutup keterangannya, dr. Nina mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan alarm tubuh. Gejala-gejala klasik seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat di malam hari tanpa aktivitas, serta penurunan berat badan secara drastis harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kesadaran warga untuk memeriksakan diri secara sukarela adalah kunci utama membebaskan Probolinggo dari ancaman TBC.







