PAMEKASAN, detikzone.id — Prestasi tiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional mendapat apresiasi dari Direktur Utama CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pesantren dan pendidikan generasi muda.
Ketiga santri tersebut, Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar, merupakan siswa kelas II Madrasah Aliyah (MA) Syeh Abdurrahman Rabah. Mereka berhasil meraih prestasi dalam kompetisi bahasa Mandarin yang diselenggarakan Harian Disway di Pakuwon Mall Surabaya.
Dalam ajang tersebut, para santri meraih penghargaan pada kategori Lomba Debat Bahasa Mandarin dan Lomba Pidato Bahasa Mandarin, yakni Juara I Nasional, Juara Harapan I, dan Juara III Nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas pencapaian itu, mereka memperoleh reward berupa perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari sebagai bentuk penghargaan atas kemampuan dan kerja keras dalam berkompetisi.
H. Bambang Budianto mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi para santri menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan bahasa asing dan bersaing di tingkat nasional.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar atas prestasi yang diraih. Ini membuktikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi seperti ini patut kita dukung bersama,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan pesantren perlu terus dilakukan agar para santri memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa depan.
“Harapan saya, anak-anak ini terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri. Perjalanan ke Tiongkok menjadi bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mereka raih. Semoga pengalaman tersebut semakin memotivasi mereka untuk terus belajar dan berprestasi,” katanya.
H. Bambang Budianto selama ini turut mendukung berbagai hal yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah. Baginya, pengembangan pendidikan merupakan bagian dari upaya bersama untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar dapat tumbuh sesuai potensi yang dimiliki.
Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah mengembangkan pendidikan yang memadukan pendalaman ilmu agama dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Selain mempelajari kitab kuning, para santri juga mendapatkan pembelajaran bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Korea, dan bahasa Mandarin. Pesantren tersebut turut mengembangkan program pesantren digital sebagai bagian dari pengenalan teknologi kepada para santri.
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Abdul Hamid atau yang dikenal sebagai Lora Mansuhana, terus berupaya mengembangkan lembaga pendidikan tersebut sejak ayahandanya meninggal dunia pada 2016.
Pengembangan program pendidikan itu diarahkan untuk memperkuat fondasi keagamaan sekaligus memberikan kesempatan kepada santri dalam mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri.
Lora Mansuhana menyampaikan bahwa santri perlu memiliki bekal ilmu agama yang kuat sekaligus keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami ingin para santri tidak hanya memiliki dasar keagamaan yang kuat, tetapi juga menguasai bahasa internasional, teknologi, dan ilmu pengetahuan agar mampu menghadapi perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia berharap keberhasilan tiga santri tersebut menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, berani mengikuti kompetisi, dan menunjukkan kemampuan melalui prestasi.
Reward Perjalanan ke Tiongkok Jadi Apresiasi
Bagi Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar, reward perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari menjadi penghargaan atas pencapaian mereka dalam kompetisi tingkat nasional.
Prestasi itu sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan pesantren dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang memiliki fondasi keagamaan, keterampilan bahasa internasional, dan wawasan terhadap perkembangan teknologi.
H. Bambang Budianto menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pesantren. Ia berharap semakin banyak santri memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di berbagai bidang.
Dari Pamekasan, prestasi ketiga santri tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan belajar dan kesempatan untuk berkembang dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk tampil dan berprestasi di tingkat nasional.







