Manajemen Waktu Adalah Investasi Termahal Masa Depan 

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Rizka Sugiato ( Mahasiswa STMIK TAZKIA )

Ket foto : Rizka Sugiato ( Mahasiswa STMIK TAZKIA )

Nasional -Waktu adalah konsep yang mengacu pada urutan kejadian atau peristiwa yang terjadi secara berkesinambungan. Dalam kehidupan sehari-hari, waktu sering diartikan sebagai durasi antara dua momen, seperti detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun.

Waktu bersifat abstrak, tidak dapat dilihat, disentuh, atau disimpan, tetapi pengaruhnya sangat nyata dalam kehidupan manusia. Waktu dianggap sebagai anugerah Allah yang sangat berharga. Al-Qur’an bahkan bersumpah demi waktu dalam Surah Al-Asr, yang menegaskan betapa pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik.

A. Mengapa Manajemen Waktu (Harishum ala Waqt) Adalah Investasi Masa Depan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Allah Swt. waktu adalah kehidupan manusia, dalam artian manusia hidup di dunia selalu diiringi dengan waktu dan perjalanan hidupnya selalu dilalui dengan waktu, jika manusia tidak dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin, maka ia masuk dalam kategori golongan orang yang merugi.

Oleh karena itu, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah bagaimana cara mengatur aktivitasnya semaksimal mungkin, yaitu aktivitas yang memenuhi kategori iman kepada Allah Swt. dan amal saleh

Islam sendiri memandang waktu termasuk dari salah satu nikmat Allah Swt. yang amat besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah Saw. telah bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ.

(رواه البخاري)

Artinya:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu (merugi) padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini mengingatkan kita untuk memanfaatkan kesehatan dan waktu luang dengan sebaik-baiknya, karena kedua nikmat ini sering diabaikan atau disia-siakan oleh banyak orang. Ketika seseorang sehat dan memiliki waktu luang, inilah kesempatan untuk berbuat kebaikan, meningkatkan ibadah, dan meraih pahala. Namun, seringkali manusia baru menyadari nilai kedua nikmat ini ketika sudah kehilangannya.

1. Waktu sebagai Aset yang Tidak Dapat Diperbarui

Setiap detik yang kita miliki adalah kesempatan untuk menciptakan nilai. Ketika kita mampu mengatur waktu dengan baik, kita sebenarnya sedang menginvestasikan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermakna. Misalnya, dengan memprioritaskan belajar, bekerja, atau beribadah, kita sedang membangun fondasi untuk kesuksesan di masa depan.

2. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi

Manajemen waktu yang baik memungkinkan kita untuk menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efisien. Dengan harishum ala waqt, kita dapat menghindari kebiasaan menunda-nunda (prokrastinasi) dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Ini berarti kita memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri, baik secara profesional maupun personal

3. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kualitas Hidup

Ketika waktu dikelola dengan baik, kita tidak perlu merasa terbebani oleh tenggat waktu atau tugas yang menumpuk. Hal ini secara signifikan dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Dengan hidup yang lebih teratur, kita dapat menikmati waktu luang untuk hal-hal yang menyenangkan, seperti bersosialisasi atau beristirahat.

4. Membangun Kebiasaan Positif

Harishum ala waqt membantu kita membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab. Kebiasaan ini tidak hanya bermanfaat untuk saat ini, tetapi juga menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di masa depan. Misalnya, seseorang yang terbiasa mengatur waktunya dengan baik sejak muda akan lebih siap menghadapi tuntutan karir atau kehidupan keluarga di kemudian hari.

5. Mencapai Tujuan Jangka Panjang

Manajemen waktu adalah kunci untuk mencapai tujuan jangka panjang. Dengan membagi waktu secara proporsional antara pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, dan pengembangan diri, kita dapat meraih impian yang telah direncanakan. Tanpa manajemen waktu yang baik, tujuan-tujuan tersebut mungkin hanya akan menjadi angan-angan belaka

B. Inspirasi dari Para Ulama dan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam manajemen waktu. Walaupun hidup pada zaman yang jauh berbeda, prinsip-prinsip manajemen waktu yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dapat diadopsi sebagai pondasi waktu untuk umat Islam saat ini. Rasulullah SAW mengajarkan efisiensi dalam mengerjakan tugas sehari-hari, tidak pernah menyia-nyiakan waktu, melakukan dengan cepat tanpa penundaan, dan selalu memprioritaskan hal-hal dari yang paling penting.Para ulama terdahulu juga memberikan inspirasi tentang bagaimana menghargai waktu.

Ibnu Aqil Al-Hanbali, seorang ulama besar, menghindari makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dikunyah agar tidak membuang-buang waktu.

Ibnu Abi Hatim selalu membaca buku di luar pintu kamar kecil ayahnya agar ayahnya tetap bisa mendengar bacaannya meskipun sedang di dalam

Syaikh Ibnu Utsaimin, meskipun sudah lanjut usia, tidak pernah berhenti mengajar dan aktif dalam berbagai organisasi

C. Implementasi Manajemen Waktu

Salah satu karakter orang beriman adalah Harishun ‘ala Waqtihi  (Pandai mengatur waktu). Seorang Muslim dapat mengimplementasikan manajemen waktu dalam kehidupannya dengan cara:

Menjadikan Shalat Fardhu sebagai Pola Disiplin: Menjadikan shalat fardhu sebagai cara membentuk pola kedisiplinan dan membentuk watak dan ritme hidup. Pemilahan waktu dalam sehari bagi umat Islam sangatlah jelas, dan melalui manajemen waktu shalat fardu ini dapat menjadikan kita disiplin dan tepat waktu sehingga segala aktivitas kita terprogram dengan baik.

Menerapkan Pola Berpikir Investasi: Membuat daftar kegiatan untuk jangka panjang. Persiapkan segala hal untuk masa depan sehingga nantinya dapat menuai hasil terbaik.

Membuat jadwal harian atau mingguan: Jadwal ini berisi daftar tugas yang harus diselesaikan, lengkap dengan waktu yang dialokasikan untuk setiap tugas.

Menentukan prioritas: Tugas-tugas yang penting dan mendesak harus didahulukan daripada tugas-tugas yang kurang penting.

Menghindari gangguan: Saat mengerjakan tugas, hindari gangguan seperti media sosial, telepon, atau percakapan yang tidak perlu

D. Membagi Waktu menjadi 3 bagian 

Dalam Islam, terdapat konsep pembagian waktu menjadi tiga bagian, mencontoh cara Rasulullah SAW mengatur waktunya. Pembagian ini meliputi:

Waktu untuk Allah (Haqqullah): Waktu yang paling utama, difokuskan untuk ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat, serta ibadah sunnah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Ini adalah momen untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Waktu untuk Diri Sendiri (Haqqul Nafs): Waktu yang digunakan untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional. Rasulullah SAW menekankan pentingnya tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk tidur siang (qailulah).

Waktu untuk Orang Lain (Haqqul Ibad): Waktu yang digunakan untuk berinteraksi dan memberi manfaat kepada sesama. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman dan masyarakat, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial

Selain pembagian waktu di atas, terdapat juga pendapat yang membagi waktu menjadi sepertiga (8 jam) untuk bekerja, sepertiga (8 jam) untuk beribadah, dan sepertiga (8 jam) untuk istirahat Pembagian 8 jam ini dinilai ideal dan sebanding dengan kekuatan tenaga manusia serta proporsional dengan hak waktu untuk kegiatan lain

Penulis : Rizka Sugiato ( Mahasiswa STMIK TAZKIA )

Berita Terkait

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata
Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar
Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu di Saronggi, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 2,14 Gram
Teknologi AI Masuk Desa, Dinkes Probolinggo Buru Kasus TBC Lewat Portable X-Ray
Dijanjikan Dinikahi, Perempuan di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Amankan Pria 22 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB