Apakah Konflik Diperlukan Dalam Kehidupan Sosial?

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere, Detikzone.id- Sering kita mendengar atau menyaksikan adanya peristiwa konflik di tengah kehidupan sosial, baik konflik antar individu, antara individu dengan kelompok, ataupun antar kelompok seperti pertengkaran, perkelahian, kerusuhan atau bahkan peperangan dengan berbagai latar belakang.

Konflik terjadi biasanya disebabkan oleh perbedaan-perbedaan yang tidak terkelola dengan baik antara individu atau kelompok. Perbedaan ini bisa berupa perbedaan pendapat, kepentingan, nilai, budaya, atau bahkan perbedaan dalam persepsi terhadap suatu situasi.

Pertanyaannya, apakah konflik diperlukan dalam kehidupan di masyarakat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penting untuk diingat bahwa keberadaan konflik tidak selalu negatif, dan dapat mendorong perubahan dan perkembangan.

Para ahli, seperti Lewis Coser, berpendapat bahwa konflik dapat memiliki fungsi positif jika dikelola dengan baik. Coser membagi konflik menjadi dua jenis:
1. konflik realistis (yang timbul dari ketidakpuasan terhadap hubungan sosial).
2. konflik non-realistis (yang timbul dari kebutuhan untuk melepaskan ketegangan).

Beberapa alasan mengapa konflik bisa diperlukan:

1. Mendorong Perubahan: Konflik dapat menjadi katalisator perubahan sosial. Ketika ada ketidakpuasan atau ketidaksetaraan, konflik dapat memicu upaya untuk memperbaiki situasi dan menciptakan masyarakat yang lebih adil.
2. Memperjelas Perbedaan: Konflik membantu individu dan kelompok untuk memahami perbedaan pendapat dan kepentingan mereka. Dengan berkonflik, orang belajar untuk mengartikulasikan posisi mereka dan memahami sudut pandang orang lain.
3. Memperkuat Solidaritas Kelompok: Konflik dengan pihak luar dapat memperkuat ikatan di dalam kelompok. Ketika menghadapi tantangan bersama, anggota kelompok cenderung bersatu dan bekerja sama lebih erat.
4. Mendorong Adaptasi Nilai dan Norma: Konflik dapat mendorong masyarakat untuk mengevaluasi kembali nilai dan norma yang berlaku. Melalui proses ini, norma-norma yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang berkembang dapat diadopsi.
5. Mengembangkan Keterampilan Individu: Menghadapi dan menyelesaikan konflik dapat membantu individu mengembangkan keterampilan seperti negosiasi, empati, dan pemecahan masalah.

Namun, jika konflik tidak dikelola dengan baik akan membawa dampak negatif. Konflik yang berkepanjangan dan tidak diselesaikan akan membawa dampak kekerasan, perpecahan atau dampak sosial lainnya.

Oleh karena itu, sangat diperlukan juga kemampuan untuk mengelola dan menyelesaikan konflik secara konstruktif dalam kehidupan sosial.

Penulis : Silvester Moan Nurak, Pendamping Desa Kecamatan Mapitara

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru