MCF 2025, Bupati Sumenep Tegaskan Ekonomi Kerakyatan Harus Naik Kelas

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Madura Culture Festival (MCF) 2025 kembali membuktikan dirinya bukan sekadar pesta seni dan budaya. Gelaran akbar yang berlangsung di GOR A. Yani Pangligur Sumenep itu juga menjadi panggung penting bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan, dengan melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa semangat kolaborasi budaya dan ekonomi harus terus dirawat. Menurutnya, partisipasi UMKM dalam MCF adalah bukti nyata bahwa masyarakat Madura, khususnya Sumenep, tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menghadirkan produk lokal bernilai ekonomi tinggi.

“Melalui Madura Culture Festival, kita buktikan bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan. UMKM yang tampil di sini bukan hanya promosi, tetapi wujud nyata gerakan ekonomi daerah berbasis potensi lokal,” kata Bupati saat meninjau stand UMKM, Senin (01/09/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan produk unggulan dipamerkan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga olahan pertanian. Semuanya menjadi bukti semangat kewirausahaan masyarakat yang terus tumbuh di tengah tantangan zaman.

Bupati Fauzi menekankan, MCF bukanlah ajang seremonial sesaat, melainkan momentum strategis untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan daya saing, hingga membuka akses ke pasar digital dan kemitraan yang lebih luas.

“Kami berharap pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi mampu tumbuh berkelanjutan. UMKM harus naik kelas dan menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing,” ujarnya penuh optimisme.

Dengan MCF 2025, Sumenep sekaligus mengirim pesan ke publik bahwa Madura bukan hanya tanah yang kaya budaya, tetapi juga lahan subur bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun
Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru