Rekayasa Pembegalan Demi Tutupi Utang, Warga Blitar Malah Diperiksa Polisi

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Aksi nekat EW, warga Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, membuat geger warga sekaligus mengundang gelak tawa. Pria ini merekayasa aksi pembegalan demi menutupi utangnya. Alih-alih mendapat simpati, EW justru berujung diperiksa intensif oleh pihak kepolisian di Polsek Kesamben, Polres Blitar, pada Selasa (30/9/2025).

Kasi Humas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, menjelaskan bahwa sekitar pukul 05.30 WIB, warga menemukan EW dalam kondisi mengenaskan. Mulutnya dibekap, tangan dan kakinya terikat tali—mirip adegan dalam sinetron. Warga yang melihat langsung menolong dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kepada petugas, EW mengaku menjadi korban pembegalan. Ia mengatakan bahwa uang tunai sebesar Rp40 juta yang dibawanya raib digondol pelaku. Bahkan, ia mengklaim diseret ke dalam hutan sejauh 50 meter sebelum ditinggalkan dalam keadaan terikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cerita itu sempat membuat warga merinding, membayangkan betapa kejamnya para pelaku. Namun, kecurigaan polisi muncul saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan, tidak ada luka pada tubuh EW, dan kondisi tanah sekitar pun mulus, tanpa bekas seretan atau perkelahian.

Kecurigaan semakin menguat ketika istri EW mengungkapkan bahwa suaminya keluar rumah tanpa membawa uang sepeser pun. Dari sini, polisi mulai merangkai kejanggalan demi kejanggalan.

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, EW akhirnya mengaku bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan semata. Ia membuat skenario palsu itu lantaran terlilit utang dan berharap mendapat simpati serta keringanan dalam pembayaran.

“EW sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa menyebarkan berita bohong bisa berakibat fatal,” ungkap IPDA Putut Siswahyudi.

Kini, akhirnya EW harus menghadapi konsekuensi hukum atas laporan palsu yang dibuatnya.

 

Penulis : Bas

Berita Terkait

Tak Terduga, Pembakaran Rumput untuk Usir Nyamuk Berujung Kebakaran di Guluk-Guluk
Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian, TNI-Polri dan Pemkab Sumenep Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana
Satreskrim dan Pemkab Sumenep Turun Bersama, Aktivitas Tambang MBLB Jadi Sasaran Pengawasan
Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Dua Pejabat Ditjenpas Sidak Dapur hingga Klinik Rutan Jakarta Pusat
Polres Kediri Kota PTDH Satu Personel yang Terbukti Langgar Etik dan Kasus Narkoba
Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolresta Sumenep Rajut Silaturahmi dengan Pengurus Surau Arbaabul Amin
Pastikan Pelayanan Optimal, Kapolresta Sumenep Cek Pengaturan Lalu Lintas di Simpang Arya Wiraraja
Tak Ingin Sumenep Diteror Balap Liar dan 3C, Kapolresta Turun Langsung Pimpin Patroli Malam

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:25 WIB

Tak Terduga, Pembakaran Rumput untuk Usir Nyamuk Berujung Kebakaran di Guluk-Guluk

Rabu, 4 November 2026 - 19:17 WIB

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian, TNI-Polri dan Pemkab Sumenep Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana

Rabu, 4 November 2026 - 19:14 WIB

Satreskrim dan Pemkab Sumenep Turun Bersama, Aktivitas Tambang MBLB Jadi Sasaran Pengawasan

Selasa, 3 November 2026 - 15:48 WIB

Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Dua Pejabat Ditjenpas Sidak Dapur hingga Klinik Rutan Jakarta Pusat

Senin, 2 November 2026 - 17:45 WIB

Polres Kediri Kota PTDH Satu Personel yang Terbukti Langgar Etik dan Kasus Narkoba

Berita Terbaru