DBHCHT Pacu Pelayanan Kesehatan di RSUD Asembagus Situbondo

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Asembagus Situbondo

RSUD Asembagus Situbondo

SITUBONDO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asembagus Kabupaten Situbondo mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan pelayanan pasien dengan mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dana ini difokuskan untuk serangkaian kegiatan vital, termasuk rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas rumah sakit, pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) atau penunjang medis pelayanan kesehatan modern, serta pemeliharaan berkala alat-alat tersebut, hingga belanja pengadaan obat dan bahan habis pakai.
Direktur RSUD Asembagus, dr. Sudharmono, menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan anggaran yang diterima dari pemerintah tersebut.

“Anggaran DBHCHT yang diterima RSUD Asembagus Kabupaten Situbondo dari pemerintah kita gunakan untuk peningkatan pelayanan pasien,” jelas dr. Sudharmono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dr. Sudharmono, yang akrab disapa dr. Momon, anggaran DBHCHT memiliki manfaat besar dalam mendongkrak kualitas pelayanan di seluruh unit layanan RSUD Asembagus. Ketersediaan Alkes modern dan upaya rehabilitasi atau pemeliharaan rumah sakit, serta pengadaan penunjang medis, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan.

“Dengan tersedianya alat kesehatan modern dan rehabilitasi atau pemeliharaan rumah sakit, pengadaan alat kesehatan atau penunjang medis pelayanan kesehatan ini, diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sehingga angka harapan hidup membaik,” tutur dr. Momon.

Langkah ini, kata dr. Momon, sejalan dengan visi dan misi Kepala Daerah Kabupaten Situbondo, yaitu Bupati dan Wakil Bupati, yang bertekad mewujudkan layanan kesehatan Berantas (Berobat Gratis Tanpa Batas) bagi masyarakat.

Untuk mencapai derajat pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal, lanjutnya, diperlukan dukungan fasilitas dan alat kesehatan yang canggih, serta ditunjang oleh sumber daya manusia (dokter) yang mumpuni.

“Pengadaan alat kesehatan dan pembangunan di rumah sakit, menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan,” kata dr. Momon.

Dokter senior itu pun menutup pernyataannya dengan harapan agar alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Situbondo. (ADV)

Penulis : HM

Berita Terkait

Sangkapura Tunjukkan Konsistensi Prestasi di MTQ XXXII Kabupaten Gresik 2026
Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat
Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:52 WIB

Sangkapura Tunjukkan Konsistensi Prestasi di MTQ XXXII Kabupaten Gresik 2026

Minggu, 19 April 2026 - 12:33 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Berita Terbaru