Pemkab Situbondo Fokus Layani Warga Tanpa Pandang Bulu, Anggaran Kesehatan Naik Tiga Kali Lipat

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo- Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa pelayanan publik, terutama di bidang infrastruktur dan kesehatan, harus diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang politik.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Sarasehan Kepala Desa se-Kabupaten Situbondo bersama Mas Bupati di Pendopo Rakyat Situbondo, Minggu (2/11/2025) malam.

Mas Rio menegaskan, pembangunan jalan dan peningkatan layanan kesehatan dilakukan semata-mata demi kepentingan warga, bukan karena faktor dukungan politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak tahu apakah memilih saya apa tidak, saya sudah tidak berpikir ke sana, yang penting warga Situbondo,” ujar Bupati.

Menurutnya, komitmen itu diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah, mulai dari Gelung–Duwet, Sumbermalang, Sumberargo, hingga pesisir Serean dan Kalisari.

“Soal jalan, di Gelung ke Duwet ada jalan yang rusak, belum lagi di Sumbermalang, Sumberargo yang sudah, Semambung sudah. Pesisir Serean, Kalisari sudah. Artinya bertahap,” jelasnya.

Ia menambahkan, infrastruktur menjadi kunci kemajuan ekonomi daerah, sebab membuka akses masyarakat untuk menjual hasil pertanian dengan harga yang lebih baik.

“Kuncinya di infrastruktur kalau kita ini pengen maju. Supaya orang di atas yang jalannya rusak itu punya akses menjual hasil buminya ke bawah dengan harga kualitas yang bagus,” paparnya.

Di sektor kesehatan, Mas Rio memaparkan bahwa anggaran meningkat signifikan dari Rp20 miliar menjadi lebih dari Rp60 miliar.

Selain itu, Pemkab Situbondo juga menyiapkan dana Rp1 miliar bagi warga yang tidak tercover program BERANTAS Plus.

“Sekarang orang sakit, sakit apa saja, itu lain yang BERANTAS Plus, kita kasih platform 1 miliar untuk yang tidak bisa dicover. Contoh kecelakaan, tadi ada laporan orang Situbondo gak bisa pulang karena stroke,” ujarnya.

Bupati menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya.

“Kan butuh uang, butuh ambulans, butuh tiket pesawat untuk pulang ke Situbondo. Yang penting warga Situbondo tertangani,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, ia berharap para kepala desa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemerintah kabupaten hadir secara nyata untuk melayani tanpa pandang bulu.

“Artinya teman-teman kepala desa, dengan kebijakan kabupaten itu sudah bisa mengatakan ke masyarakat, pokok sakit bisa langsung ke puskesmas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sangkapura Tunjukkan Konsistensi Prestasi di MTQ XXXII Kabupaten Gresik 2026
Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat
Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:52 WIB

Sangkapura Tunjukkan Konsistensi Prestasi di MTQ XXXII Kabupaten Gresik 2026

Minggu, 19 April 2026 - 12:33 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Berita Terbaru