Padang, Sumbar – Sejak pasca bencana alam melanda Sumatera Barat. Ada 59 Dapur Umum yang masih dioperasikan oleh 605 Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) secara bergantian, dan telah menyalurkan puluhan ribu nasi bungkus untuk para korban terdampak.
Hal itu ialah bentuk komitmen dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar) yang terus mengkoordinir pengoperasian dapur umum (DU) di seluruh wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar tersebut.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah Sabtu (13/12/2025) menyampaikan, selain mengoperasikan langsung dua dapur umum di Kantor Dinsos Provinsi dan di Kampung Tanjung Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Dinsos Sumbar juga terus mendukung pelaksanaan 57 dapur umum di kabupaten/kota terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Untuk dapur umum yang dioperasikan oleh Dinsos Sumbar di Kota Padang, sejauh ini kita sudah distribusikan lebih 18 ribu bungkus nasi. Sedangkan 57 dapur umum lain yang tersebar di kabupaten/kota, setidaknya memproduksi 600 bungkus nasi dalam sehari,” ujar Syaifullah.
Dia juga menyebutkan, pihaknya masih terus berkoordinasi untuk menyalurkan logistik dan kebutuhan di setiap dapur umum tersebut. Termasuk untuk dapur umum yang didirikan oleh Baznas, Kodam XX/TIB, Dinsos Kabupaten/Kota, hingga yang didirikan secara mandiri oleh masyarakat.
” Kita juga mengapresiasi ratusan Tagana Sumbar yang terlibat dalam pelaksanaan dapur umum dan melayani pengungsi. Tak kurang dari 605 orang Tagana Sumbar yang terlibat secara bergantian. Ditambah juga dengan Tagana yang datang dari provinsi lain seperti dari Jawa Tengah dan Kalimantan, yang ikut membantu pengoperasian dapur umum,” katanya lagi.
Setiap dapur umum katanya, menyiapkan paket nasi bungkus sesuai dengan jumlah kebutuhan warga terdampak di setiap wilayah, termasuk bagi pengungsi yang saat ini berjumlah 15.878 jiwa di seluruh Sumbar.
Adapun menu yang diberikan terdiri dari nasi, sumber protein, serta sayur-sayuran. Selain itu, dapur umum juga ikut mengkoordinir bantuan nasi bungkus yang diberikan oleh berbagai pihak, untuk kemudian disalurkan bagi warga terdampak bencana.
Lebih lanjut, makanan yang dihasilkan dari dapur umum nantinya juga ditujukan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian, serta bagi mereka yang sudah pulang ke rumah masing-masing.
” Tentunya kebutuhan logistik untuk pelaksanaan dapur umum ini cukup banyak, karena banyak warga yang terdampak. Oleh karena itu, kita juga mendapatkan dukungan dari Kemensos, serta dari instansi lembaga terkait lainnya,” tutup Saifullah.
Penulis : Honest







