Jangan Biarkan Pujasera Pemkab Sumenep Sepi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto menunjukkan suasana Pujasera Pemkab Sumenep yang tampak sepi, meski fasilitas modern dan beragam menu kuliner telah tersedia untuk ASN dan masyarakat umum.

Foto menunjukkan suasana Pujasera Pemkab Sumenep yang tampak sepi, meski fasilitas modern dan beragam menu kuliner telah tersedia untuk ASN dan masyarakat umum.

SUMENEP – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan, terdapat sebuah ruang yang sejatinya bisa menjadi pusat interaksi, kreativitas, dan kenikmatan kuliner: Pujasera Pemkab Sumenep. Terletak strategis di dalam kompleks Kantor Bupati, Pujasera hadir bukan hanya sebagai kantin, tetapi sebagai simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap ekonomi lokal, kenyamanan pegawai, dan kehidupan sosial yang sehat.

Pujasera menawarkan konsep modern yang memadukan kepraktisan, kualitas, dan keberagaman kuliner. Dari Nasi Rujak, Rujak Ghir Sereng, hingga Nasi Ayam Penyet, Nasi Pecel, dan Gado-gado, setiap menu dirancang untuk memanjakan lidah sekaligus memberikan nuansa kekayaan kuliner lokal.

Tidak ketinggalan camilan tradisional seperti Tahu Walik, Risoles Mayo, Lumpia, dan Tahu Petis, serta berbagai minuman mulai dari kopi tubruk, kopi susu, teh susu, hingga kopi jahe gemperk dan jahe geprek, memastikan setiap pengunjung menemukan pilihan yang sesuai selera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Pujasera menghadapi tantangan tersendiri: ruang makan yang representatif ini sering sepi pengunjung, khususnya ASN yang justru lebih memilih makan di luar kantor.

Lani, Anggota AMJ Korda Sumenep, menekankan pentingnya meramaikan Pujasera.

“Soalnya kalau orang luar takut kesini. Padahal tempat ini nyaman, aman, dan menjadi peluang untuk mendukung pedagang lokal sekaligus membangun interaksi sosial antarpegawai,” jelasnya, Selasa, 16/12/2025

Wartawan senior yang ada di lokasi Pujasera menyebut bahwa Kantin Pujasera tidak hanya tentang kantin dan makana namun juga bisa menjadi laboratorium sosial.

“Di sinilah ASN dapat saling bertukar cerita, berdiskusi, bahkan mencetuskan ide-ide inovatif di sela-sela jam kerja. Tempat ini juga dapat menghidupkan ruang publik, mendekatkan aparatur dengan masyarakat, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun bersama,” katanya.

Tidak hanya itu, jeberadaan Pujasera juga memiliki nilai edukatif.

“Pegawai dan masyarakat bisa belajar menghargai produk lokal, mendukung UMKM, dan memahami pentingnya kolaborasi sosial. Pujasera bukan hanya tentang makan, tetapi tentang membangun budaya bersama yang peduli terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial,” ungkapnya.

Dengan kesadaran dan partisipasi aktif, Pujasera Pemkab Sumenep dapat berubah menjadi jantung kuliner yang hidup, menjadi contoh bagaimana fasilitas publik yang dirancang dengan baik mampu menghubungkan manusia, memajukan ekonomi lokal, dan menciptakan komunitas yang harmonis. Sebuah kantin bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang membangun rasa memiliki, interaksi, dan semangat bersama.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB