SUMENEP – Di tengah kesibukan rutinitas pemerintahan, Pujasera Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep hadir sebagai ruang publik yang lebih dari sekadar kantin. Terletak strategis di kompleks Kantor Bupati Sumenep, Pujasera menjadi wadah menikmati kuliner lokal, membangun interaksi sosial, sekaligus mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis, 18/12/2025.
Kini, Pujasera menghadirkan menu khas tradisional Palotan Pendeng yang khusus tersedia setiap hari Jumat. Kuliner khas Madura ini diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus sarana pelestarian makanan tradisional daerah.
Seorang pelaku UMKM di Pujasera Pemkab Sumenep mengungkapkan, menu Palotan Pendeng sejatinya berpotensi dijual setiap hari. Namun, keterbatasan jumlah pengunjung membuat pelaku usaha masih berhati-hati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sebenarnya ingin menjual Palotan Pendeng setiap hari, tetapi masih khawatir tidak laku karena pengunjung Pujasera belum ramai. Kalau ASN kompak makan di sini, tentu sangat membantu mendorong perekonomian kami,” ujarnya.
Selain Palotan Pendeng, Pujasera Pemkab Sumenep menyediakan beragam menu lain, mulai dari Nasi Rujak, Rujak Ghir Sereng, Nasi Ayam Penyet, Nasi Pecel, Gado-gado, hingga aneka camilan tradisional seperti Tahu Walik, Risoles Mayo, Lumpia, dan Tahu Petis. Minuman yang ditawarkan pun beragam, di antaranya kopi tubruk, kopi susu, teh susu, serta kopi jahe geprek dan jahe geprek.
Meski memiliki fasilitas yang nyaman dan representatif, Pujasera masih kerap sepi pengunjung, terutama dari kalangan ASN dan pejabat yang lebih memilih makan di luar lingkungan perkantoran. Padahal, kehadiran ASN di Pujasera tidak hanya berdampak pada keberlangsungan UMKM, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas publik.
Lani, anggota AMJ Korda Sumenep, menekankan pentingnya partisipasi ASN dalam meramaikan Pujasera.
“Dengan meramaikan Pujasera, kita tidak hanya membantu UMKM lokal, tetapi juga membangun interaksi sosial antarpegawai. Tempat ini aman, nyaman, dan dapat menjadi ruang lahirnya ide-ide kreatif di sela jam kerja,” ujarnya.
Seorang wartawan senior yang memantau aktivitas Pujasera menambahkan, kantin perkantoran memiliki peran strategis sebagai laboratorium sosial. Di tempat tersebut, ASN dapat berdiskusi santai, bertukar pengalaman, serta mencetuskan gagasan inovatif yang berdampak positif pada kinerja pelayanan publik.
Dengan demikian, Pujasera Pemkab Sumenep tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai wadah edukatif dan sosial yang menanamkan nilai kolaborasi, kepedulian, dan keberlanjutan ekonomi lokal. Setiap kunjungan ASN dan pejabat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi kerakyatan.
“Mari para ASN, pejabat, dan seluruh staf di lingkungan Pemkab Sumenep, ramaikan Pujasera. Jadikan waktu makan siang tidak sekadar mengisi perut, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal, penguatan jejaring sosial, dan budaya kerja yang peduli terhadap masyarakat,” tandasnya.
Penulis : Redaksi








