SUMENEP, Jumat, 19/6/2026– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan sikap kelembagaan yang kuat dalam menjaga integritas, transparansi, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini operasional perbankan, termasuk di wilayah BRI Cabang Sumenep.
Di tengah berkembangnya dinamika informasi dan perhatian publik terhadap salah satu perkara yang tengah bergulir di ranah hukum, BRI menegaskan bahwa seluruh proses yang berlangsung sepenuhnya dihormati dan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Perusahaan memastikan tidak melakukan intervensi dalam bentuk apa pun, serta mendukung penuh proses peradilan agar berjalan objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BRI memandang bahwa setiap peristiwa yang terjadi dalam ekosistem perbankan harus menjadi penguatan sistem, bukan sekadar catatan peristiwa. Oleh karena itu, berbagai langkah korektif dan preventif terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan publik yang menjadi fondasi utama industri perbankan.
Penguatan tersebut dilakukan melalui optimalisasi sistem pengawasan internal, peningkatan kontrol berlapis, serta evaluasi berkala terhadap seluruh proses bisnis. Selain itu, BRI juga terus mendorong penguatan budaya kerja berintegritas yang menempatkan kepatuhan, kehati-hatian, dan tanggung jawab profesional sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas operasional.
BRI juga kembali menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap fraud sebagai prinsip yang tidak dapat ditawar dalam menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan. Setiap potensi penyimpangan akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan ketentuan internal dan regulasi yang berlaku, tanpa pengecualian.
Pemimpin Cabang BRI Sumenep, Ali Topan, menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan menjadi prioritas utama dalam memastikan seluruh layanan perbankan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.
“BRI terus memperkuat sistem kepatuhan, pengawasan internal, serta budaya kerja berintegritas agar seluruh aktivitas operasional tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset utama yang harus dijaga secara konsisten melalui kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabel di setiap lini layanan.
Terkait berbagai informasi yang berkembang di ruang publik mengenai proses hukum yang sedang berjalan, BRI memilih untuk tetap tidak memberikan komentar terhadap substansi perkara. Perusahaan menegaskan sikap konsisten untuk menghormati seluruh proses hukum serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Dalam perspektif kelembagaan, BRI memandang bahwa transparansi dan kepatuhan hukum merupakan dua pilar utama yang harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem internal.
Oleh sebab itu, setiap dinamika yang terjadi justru menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengendalian risiko dan memastikan operasional perbankan tetap berada pada jalur yang aman dan terpercaya.
Dengan berbagai langkah tersebut, BRI menegaskan kembali posisinya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan semata, tetapi juga berkomitmen kuat menjaga integritas, memperkuat tata kelola, serta memastikan stabilitas dan kepercayaan publik tetap terjaga secara berkelanjutan.
Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, BRI meneguhkan satu prinsip utama: kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan disiplin, sistem yang kuat, dan integritas yang tidak dapat ditawar.
Penulis : Red








